Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PRESIDEN GRAB INDONESIA RIDZKI KRAMADIBRATA : "Kami Ingin Bangun Ekosistem"

Aplikasi transportasi berbasis teknologi digital Grab telah hadir di delapan negara. Di Indonesia, Grab telah hadir di 224 kota yang menawarkan layanan ridesharing hingga yang segera meluncur konsultasi dokter daring.
Puput Ady Sukarno & Sri Mas Sari
Puput Ady Sukarno & Sri Mas Sari - Bisnis.com 28 Oktober 2019  |  11:58 WIB
Menko bidang Maritim Luhut Panjaitan (tengah) berbincang dengan CEO Grab Anthony Tan (kedua kiri), Founder dan CEO Softbank Masayoshi Son (ketiga kiri), CEO Tokopedia William Tanuwijaya (kanan) dan President of Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata (kedua kanan) usai bertemu Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (29/7/2019). - ANTARA/Puspa Perwitasari
Menko bidang Maritim Luhut Panjaitan (tengah) berbincang dengan CEO Grab Anthony Tan (kedua kiri), Founder dan CEO Softbank Masayoshi Son (ketiga kiri), CEO Tokopedia William Tanuwijaya (kanan) dan President of Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata (kedua kanan) usai bertemu Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (29/7/2019). - ANTARA/Puspa Perwitasari

Bisnis.com, JAKARTA — Aplikasi transportasi berbasis teknologi digital, Grab telah hadir di 224 kota dari 514 kabupaten atau kota di Indonesia. Untuk mengetahui perkembangan super-apps tersebut di Tanah Air, berikut wawancara Bisnis.com dengan Presiden Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata.

Bagaimana perjalanan bisnis Grab saat ini?

Grab telah hadir di delapan negara, dari sebelas negara yang ada di Asia Tenggara, hanya tiga yang tidak ada Grab, yakni Brunei, Laos dan Timor Leste.

Perjalanan yang teregister di aplikasi kami sampai saat ini sudah mencapai lebih dari 4 miliar perjalanan. Dan, seperti diketahui, selain pelanggan, pengguna platform kami juga adalah para pengusaha mikro, karena para driver itu bukanlah karyawan kami, tapi pengusaha mikro yang menentukan sendiri income mereka seberapa banyak. Namun begitu, seiring dengan perkembangan usaha, saat ini bukan hanya pengemudi saja yang menjadi mitra kami, tapi juga para merchant restoran, agen-agen pulsa, layanan cuci sofa, karpet, AC, dan lain sebagainya.

Selain Grabbike dan Grabcar, saat ini juga ada untuk taksi, yakni GreenLine. Itu adalah taksi modern, yaitu selain semua online, bisa juga nonton youtube di dalamnya, ada beli makan dan minum di sana, semua bisa pakai OVO. Selain itu juga telah ada layanan personal mobility device yakni Grab Wheel atau skuter listrik.

Kemudian, ada Grab Ekspres, baik motor maupun mobil. Juga melayani luar kota bekerja sama dengan Ninja Ekspres. Adapun untuk layanan finansial e-payment dengan OVO, ini sangat strategis bagi keduanya karena menumbuhkan loyalitas dan market.

Kalau untuk e-commerce dengan Tokopedia, logis, karena investor utamanya sama dari Softbank. Sekarang pesan hotel juga bisa lewat Grab, kami bekerja sama dengan booking.com, OYO, Agoda.

Kami juga kerja sama dengan Microsoft, salah satu investor kami, tapi yang juga memperkuat teknologi artificial intelligence dan face recognition, dan lain-lain. Lalu ada partnership dengan Happy Fresh, kitchen by Grab, layanan home services yang baru saja diluncurkan, dan lain-lain.

Untuk menjalin partnership, apa business reason yang selalu diterapkan Grab?

Customer. Kalau memang partnership itu menguntungkan customer, dan tentunya masing-masing kita partnership itu sendiri, pasti itu adalah alasan yang sangat kuat, dibandingkan dengan menjalankan sendiri.

Layanan terbaru apa yang disiapkan Grab saat ini?

Pada semester kedua tahun ini akan ada Grab Health dan Grab Insurance. Sebentar lagi kami launching. Layanan health ini selain online tapi juga dengan artificial intelligence. pakai dokter tapi dibantu artificial intelligence. Jadi tetap ada dokter. Kalau soal insurance nanti kami akan perkenalkan micro insurance, dan lain-lain.

Selain itu seiring adanya komitmen suntikan dana dari Softbank sekitar US$2 miliar untuk Grab Indonesia, komitmen kami akan membantu ekosistem kendaraan listrik, Geo mapping, dan e-health care yang sebentar lagi diluncurkan, serta komitmen membangun dua headquarter di Jakarta.

Bisa Anda beri gambaran tentang health technology?

Ini adalah online consultation yang ada dokternya di situ, tetapi juga dibantu oleh teknologi. Pertama, mempermudah kerja dokter. Kedua, meningkatkan produktivitasnya. Ketiga, membantu sistem kami dan dokter kami untuk belajar tentang apa yang bisa diperbaiki dengan online.

Tetapi apakah tidak ada offline-nya? Ada. Ke depan kami akan membentuk ekosistem, jadi online to offline, medical consultation, karena pada akhirnya obatnya diantar, physical examination juga diantar, booking, dan lain-lain. Ini goal-nya. Tapi, kami mulai dengan online untuk membuat lebih efektif, produktif, dan cycle of improvement-nya.

Berarti akan ada kerja sama dengan rumah sakit dan apotek?

Ya, jadi yang terdekat dengan apotek. Itu yang paling erat. Berikutnya adalah dengan ekosistem, seperti rumah sakit, laboratorium.

Inisiatif apa saja yang dihadirkan Grab dalam hal mening­­katkan keamanan pe­­langg­an?

Inisiatif fitur keamanan di Grab semakin banyak. Kalau naik Grab bisa silakan share perjalanannya lewat medsos agar bisa di-track juga oleh temannya.

Selain itu, ada juga tombol darurat. Jadi dalam setiap perjalanan baik motor atau mobil akan muncul di situ fitur keamanan tombol darurat, yang dapat digunakan menghubungi Grab center atau pada orang yang dipercaya.

Nomor telepon juga menggunakan VOIP, yakni voice over internet protocol, yakni apabila pesan Grabbike atau Grabcar, maka tidak bisa lagi kelihatan nomor aslinya, tapi pakai teknologi VOIP.

Selain itu adalah adanya fitur kebanggaan kami, yakni wajah mitra pengemudi itu diverifikasi sebelum bisa menerima booking. Jadi kegunaannya supaya tidak ada pengemudi yang meminjamkan aplikasinya.

Kalau dia diverifikasi salah, dia tidak bisa menerima order, atau mati suri. Kalau dia tiga kali melakukan itu dia akan diblokir dan harus ke kantor Grab lagi. Tapi penumpang pun diverifikasi untuk case tertentu, tidak semua, tergantung penumpang dan daerahnya.

Untuk address keamanan kaum perempuan, kami bekerja sama dengan Komnas Perempuan. Ini bukan saja MoU tetapi benar benar melihatkan proses dan prosedur mereka di Grab.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

grab indonesia
Sumber : Bisnis Indonesia
Editor : Hendra Wibawa

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top