Bisnis Telko: Paket Sederhana Lebih Hemat Bagi Operator Seluler

Pengamat telekomunikasi menilai ke depan paket dengan kuota khusus akan ditinggalkan, untuk menghemat biaya pemasaran.
Leo Dwi Jatmiko
Leo Dwi Jatmiko - Bisnis.com 10 Oktober 2019  |  15:03 WIB
Bisnis Telko: Paket Sederhana Lebih Hemat Bagi Operator Seluler
Susasana di gerai pelayanan pelanggan Indosat Ooredoo - Indosat

Bisnis.com, JAKARTA - Pengamat telekomunikasi menilai ke depan paket dengan kuota khusus akan ditinggalkan, untuk menghemat biaya pemasaran.

Analis Kresna Sekuritas Etta Rusdiana Putra menilai ke depan operator seluler akan memberikan paket layanan yang sederhana. 

Dia mengatakan dengan produk yang sederhana maka biaya pemasaran yang dikeluarkan juga lebih murah, sebab perusahaan tidak perlu memperkenalkan paket berulangkali ke masyarakat dengan keunggulan yang sedikit berbeda.

”Makin banyak produk maka butuh marketing expense buat memperkenalkan produknya, ujungnya adalah kebanyakan paket promo, harga jadi tidak naik-naik,” kata Etta kepada Bisnis.com, Kamis (10/10/2019).

Sebagai contoh, kata Etta, beban pemasaran pemasaran Indosat pada kuartal II/2019 mencapai Rp557 miliar atau sekitar 10% dari belanja modal yang dikeluarkan pada pertengahan tahun, yaitu sekitar Rp5,3 triliun. 

Dia mengatakan dengan nilai tersebut seharusnya operator seluler dapat memperbaiki jaringan yang mereka miliki. 

Sementara itu, Direktur Eksekutif ICT Institute Heru Sutadi berpendapat bahwa beberapa produk paket dengan bonus layanan tertentu yang diberikan oleh operator merupakan strategi pemasaran. 

Sebab, bonus kuota yang diberikan hakikatnya penuh dengan persyaratan yang belum tentu digunakan sepenuhnya oleh pelanggan. 

Heru berpendapat sebuah produk paket seharusnya dibuat lebih sederhana agar memudahkan pelanggan dalam menggunakan produk tersebut. 

“Tujuannya, bisa memanjakan tapi bisa juga gimmick seolah kuota besar tapi dibagi ke aplikasi. Pengguna diimingi 10 GB tapi efektif cuma 5 GB karena saat malam kan normalnya kita tidur sehingga tidak dimanfaatkan,” kata Heru. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
operator seluler

Editor : Wike Dita Herlinda

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top