Persaingan Layanan Gim, Operator Tawarkan Paket Khusus dan Voucer

Operator seluler memonetisasi gim dengan memberikan paket khusus dan pembelian voucer dengan pulsa untuk mendorong pendapatan dari gim.
Leo Dwi Jatmiko
Leo Dwi Jatmiko - Bisnis.com 09 Oktober 2019  |  13:45 WIB
Persaingan Layanan Gim, Operator Tawarkan Paket Khusus dan Voucer
Warga bermain game online di Lhokseumawe, Provinsi Aceh, Kamis (3/1/2019). Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengumumkan kecanduan game digital sebagai penyakit gangguan mental, masuk kedalam daftar "Disorders due to addictive behavior" atau penyakit yang disebabkan oleh kebiasaan atau kecanduan. - ANTARA/Rahmad

Bisnis.com, JAKARTA – Operator seluler memonetisasi gim dengan memberikan paket khusus dan pembelian voucer dengan pulsa untuk mendorong pendapatan dari gim.

Group Head Corporate Communication XL Axiata Tri Wahyuningsih mengatakan selain meningkatkan kualitas jaringan melalui fiberisasi, XL juga memiliki paket layanan yang dapat memanjakan pelanggan dalam bermain video gim, seperti AXIS Paket OWSEM dengan unlimited gaming pertama di Indonesia dan juga BoosterGames. 

Dia mengatakan paket tersebut bisa digunakan untuk aplikasi games AOV, Free Fire, Vain Glory, Mobile Legend, Asphalt 9, Modern Combat, dan HAGO. 

Ayu menuturkan bahwa sejauh ini video streaming, termasuk video gim, mendominasi total lalu lintas data XL. Angka tersebut terus meningkat dari waktu ke waktu.

“Saat ini lebih dari 50% trafik layanan data kami didominasi dari layanan streaming video termasuk untuk streaming gim,“ kata Ayu kepada Bisnis.com beberapa waktu lalu. 

Tidak hanya itu, sambungnya, dalam memonetisasi video gim, XL juga memiliki  penawaran voucer gim melalui PlayGo, termasuk untuk top up gim yang dapat dibeli melalui Google Play, Coda, dan lain-lain.

Sementara itu, Chief Sales & Distribution Officer Indosat Ooredoo, Hendri Mulya Syam, mengatakan Indosat tidak memiliki paket khusus untuk pencinta gim.

Dia berpendapat dengan paket Freedom Internet yang sederhana, mampu memanjakan para pelanggan Indosat yang gemar bermain gim.

Diketahui, Paket Freedom Internet menawarkan 100% kuota utama kepada pelanggan. Paket tersebut tidak membagi kuota berdasarkan waktu dan kondisi. Tidak hanya itu, paket ini juga memungkinkan pengguna untuk tetap menggunakan internet meskipun paket kuota mereka telah habis melalui layanan Pulsa Safe, dengan syarat penggunaan data dilakukan secara wajar. 

Indosat menawarkan Paket Freedom mulai dari harga  Rp15.000 untuk kuota 2GB dengan masa aktif 15 hari dan paket bulanan mulai dari Rp25.000 dengan kuota 3GB, Rp50.000 untuk kuota 10GB, Rp75.000 untuk 18GB hingga Rp100.000 untuk kuota 25GB. 

“Cukup dengan paket Freedom Internet saja,” kata Hendri.

Senada, Deputy CEO PT Smartfren Telecom Tbk. Djoko Tata Ibrahim mengatakan dalam memanjakan para pelanggan perseroan tidak memberikan paket khusus. Smartfren cenderung mengandalkan paket sederhana yang hanya berisi kuota utama, seperti paket Rp2.000/ GB. 

Tidak hanya itu, lanjutnya, saat ini lalu lintas data dari video gim masih kalah dibandingkan dengan lalu lintas data dari video stereaming sebab, video gim cenderung memiliki pangsa pasar khusus yaitu remaja. Berbeda dengan  video streaming seperti YouTube, yang digemari oleh semua usia.

“Video gim yang suka hanya kalangan tertentu saja,” kata Djoko.

Sementara itu, GM Games dan Apps Telkomsel Auliya Ilman Fadli, mengatakan umumnya  lalu lintas data yang disumbangkan oleh video gim tidak lebih besar dibandingkan dengan video streaming.

Dia mengatakan  arus lalu lintas data video gim hanya besar saat gim tersebut diunduh dari toko aplikasi seperti Play Strore.  Adapun saat gim dimainkan, lalu lintas data yang terjadi tidak terlalu boros dibandingkan dengan saat pelanggan menggunakan data untuk menonton video.

Dalam memonetisasi gim, Telkomsel saat ini lebih memilih untuk mengambil peran sebagai penerbit dan penjual voucer gim untuk meraup untung yang lebih besar.  

Diketahui hingga Agustus 2019, bisnis voucer gim mendominasi hingga 80% pendapatan di Dunia Games, portal digital yang fokus di gim,  Adapun 20% sisanya disumbangkan dari portal komunitas, biaya penerbitan gim, dan esport.

Auliya berharap ke depan pendapat dari penerbitan gim bisa tumbuh mengimbangi pertumbuhan bisnis voucer.

“Yang membuat itu cukup mudah untuk pelanggan mereka hanya cukup menggunakan pulsa saja untuk mendapat voucer,” kata Auliya.

Sementara itu, Direktur Eksekutif ICT Institute, Heru Sutadi mengatakan meski lalu lintas data gim tidak sebesar  lalu lintas data video streaming, gim tetap menempati urutan kedua, diatas aplikasi pesan singkat, dalam hal arus lalu lintas data.

Dia juga berpendapat bahwa operator seluler mulai serius memonetisasi gim melalui penggunaan data, pembelian aplikasi dan fitur-fitur aplikasi seperti voucer.

Dia menyarankan agar para pelanggan makin puas dalam bermain gim, operator seluler harus terus memperbaiki jaringan yang mereka miliki.  

“Kecepatan yang stabil dan tinggi perlu dihadirkan dan diberikan kepada pelanggan,” kata Heru.

Berdasarkan Laporan Survei Asosias Penyedia Jasa Internet Indonesia yang berjudul Penetrasi & Profil Perilaku Pengguna Internet Indonesia 2018, disebutkan bahwa sebanyak 17,1% responden yang diteliti, mengaku mengakses gim sebagai sarana hiburan mereka.

Responden lebih memilih bermain gim sebagai sarana hiburan dibandingkan dengan mendengarkan musik.

Adapun survei APJII dilakukan kepada 5.900 responden yang tersebar di seluruh Indonesia.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
operator seluler, operator telekomunikasi, industri game

Editor : Wike Dita Herlinda

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top