Pegipegi Konsisten Kembangkan Inovasi

Pegipegi konsisten menginisiasi layanan dan produk yang memudahkan pelanggan untuk menyiasati ketatnya persaingan dan menguasai pasar Online Travel Agency (OTA) di dalam negeri.
MediaDigital
MediaDigital - Bisnis.com 18 September 2019  |  00:00 WIB

Bisnis.com, JAKARTA — Pegipegi konsisten menginisiasi layanan dan produk yang memudahkan pelanggan untuk menyiasati ketatnya persaingan dan menguasai pasar Online Travel Agency (OTA) di dalam negeri.

Oleh karena itu, Pegipegi diganjar penghargaan Service Quality Award (SQA) 2019 juga Tob Brand Award (TBA) 2019 sebagai aplikator agen perjalanan yang bisa memberikan layanan digital terbaik bagi konsumen.

Apresiasi itu sejalan dengan pengembangan layanan dan produk Pegipegi yang kian mudah, serta meningkatkan keamanan dan kenyamanan pelanggan.

Tak heran, perusahaan dengan nama resmi PT Go Online Destinations itu menjadi idola para milenial yang dikenal doyan melakukan perjalanan wisata.

Pengembangan agresif Pegipegi tak lepas dari kerja keras orang-orang yang berperan di balik layar. Sosok bertangan dingin sang CEO Kevin Sandjaja melanjutkan pengembangan yang berkesinambungan bagi Pegipegi.

Kevin selalu merasa tertantang untuk mengorkestrasikan manajemen Pegipegi sehingga mampu mengembangkan produk serta layanan agen perjalanan digital.

Inovasi dan kreasi yang berkelanjutan memang menjadi hal mutlak guna memenangi persaingan ketat di industri OTA.

Sejauh ini, Pegipegi merupakan salah satu OTA dengan jaringan akomodasi maupun destinasi domestik paling lengkap. Pegipegi berhasil mengelola jaringan hotel hingga rute penerbangan berbagai maskapai, maupun koneksi transportasi yang mudah bagi para wisatawan.

Salah satu destinasi wisata yang mendapat manfaat besar yaitu Labuan Bajo. Popularitas lokasi wisata di Nusa Tenggara Timur (NTT) menyeruak manakala beragam paket perjalanan ditawarkan OTA.

Di mana, Pegipegi mencatat kenaikan lebih dari 50% tahun ini dibandingkan dengan tahun lalu.

“Bagi kami, salah satu cara untuk berkontribusi untuk Indonesia adalah dengan merancang berbagai perjalanan yang bisa diakses masyarakat. Jika selama ini ada kenaikan harga tiket perjalanan dari maskapai, kami berjuang untuk mengemas kenaikan itu agar tetap diserap pasar, termasuk melancarkan promo,” katanya.

Sejurus dengan semangat pemerintah untuk mendongkrak pemasukan dari sektor pariwisata, Pegipegi merasa ikut memiliki kewajiban untuk terus memperluas jaringan destinasi.

“Meningkatnya pariwisata sejalan dengan kegiatan pemerintah yang gencar membangun infrastruktur. Untuk tol Trans-Jawa saja memberikan efek pariwisata besar di sepanjang Semarang hingga Solo, kami membantu konsumen menikmati perjalanannya,” ujar Kevin.

Rumus sukses Pegipegi memang sederhana, yaitu membangun kesan dan pengalaman kepada para mitra maupun pelanggan sedekat mungkin. “Untuk wisata di Indonesia, pelanggan maupun para mitra percaya sepenuhnya kepada Pegipegi. Hal ini yang menjadi pegangan kami untuk strategi improvisasi berkesinambungan,” imbuhnya. 

KOMPETITIF

Sebagai sosok yang dibesarkan di dunia industri konvensional, Kevin sendiri menemukan tantangan baru yang membuatnya betah menekuni persaingan bisnis OTA.

Selain pertumbuhan pasar yang semakin pesat, dan diperkirakan bakal mencapai Rp350 triliun pada 2025, bisnis OTA memberikan tantangan lebih dinamis dibandingkan dengan industri lainnya.

“Banyak pelaku usaha yang awalnya tidak melirik bisnis ini, sekarang ikut terjun,” terang Kevin.

Kevin menilai salah satu faktor utama pendongkrak pertumbuhan sektor wisata dan perjalanan adalah gaya hidup generasi milenial. Jika dahulu wisata dan perjalanan dianggap sebagai kebutuhan tersier, kini menjadi lebih prioritas.

“Generasi milenial membutuhkan eksplorasi dan interaksi dengan hal-hal baru,” jelasnya.

Di tengah arus persaingan ketat, Pegipegi pun optimistis dapat memperbesar penetrasi pasar.

Menurut Kevin, cara terbaik bagi Pegipegi yakni tetap fokus mengembangkan layanan dan produk yang menyelesaikan problem pelanggan.

Keandalan itu dipercaya akan memberikan pengalaman positif kepada para pelanggan. Alhasil, meski para pelanggan milenial sebagai pengguna gawai aktif memiliki segudang aplikasi, mereka diyakini akan tetap loyal dengan produk dan layanan Pegipegi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pegipegi

Editor : MediaDigital

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top