BPPT Bangun 7 SPLU Baru selama 2020

Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) berencana menambah Stasiun Pengisian Listrik Umum atau SPLU sebanyak  tujuh tempat pada 2020. 
Agne Yasa/Aprianus Doni Tolok
Agne Yasa/Aprianus Doni Tolok - Bisnis.com 07 September 2019  |  20:10 WIB
BPPT Bangun 7 SPLU Baru selama 2020
Stasiun Pengisian Listrik Umum (SPLU). - Bisnis/Agne Yasa

Bisnis.com, TANGERANG - Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) berencana menambah Stasiun Pengisian Listrik Umum atau SPLU sebanyak  tujuh tempat pada 2020. 

Deputi Kepala BPPT Bidang Teknologi Informasi, Energi dan Material (TIEM) Eniya Listiani Dewi  mengatakan BPPT sendiri mendapatkan mandat sebagai koordinator dalam penambahan SPLU ini. Pihaknya juga telah menerima banyak masukan terkait hal ini. 

"Jadi rencana saya tahun depan akan pasang empat dan tiga yang kecil jadi sekitar tujuh. Tapi ini ada masukan kerja sama dari PLN dan ESDM yang ternyata juga berkeinginan memasang charging station. Nah ini kami harus berkomunikasi dan bersinergi," ujar Eniya dalam acara penutupan Indonesia Electric Motor Show (IEMS) pada Sabtu (7/9/2019). 

Pihaknya berharap melalui sinergi akan ada efisiensi anggaran. Selain itu diharapkan TKDN juga lebih tinggi dengan disuplai dari industri lokal. Namun pihaknya juga tidak menutup kemungkinan untuk transfer teknologi ke BUMN, BUMD maupun industri swasta yang lain.

Adapun saat ini, sudah ada dua Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik atau Electric Vehicle Charging Station (EVCS). Fast charging station itu ditempatkan di dua kantor BPPT yang berada di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat dan Puspiptek Serpong, Tangerang Selatan, Banten.

Eniya menambahkan rencananya pada tahun ini charging station juga akan dipasang di Bandung dan satu lagi di lokasi lain yang belum ditentukan. 

Pihaknya juga tengah mengkaji kemungkinan penempatan SPLU atau charging station di ruang publik seperti perkantoran, mal, dan cafe. Namun, ini juga harus disesuaikan dengan kebutuhan. 

"Jadi kita sudah mengindentifikasikan kalau misalnya fast charging station lebih baik diletakkan di mal, cafe atau kantor yang cepat. Kalau kira-kira masyarakat itu nongkrongnya lama, tidak usah terlalu fast karena ada pembahasan ultra fast charging station juga," jelasnya. 

Selain itu, jenis SPLU ini juga nantinya akan bergantung pada baterai seperti kapasitasnya. Hal ini, katanya, agar kasus seperti baterai terbakar atau jebol tidak terjadi. 

"Ini harus disesuaikan, itu masuk ke dalam kajian BPPT, kami akan keluarkan tahun depan," ujarnya  

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Mobil Listrik, SPLU

Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top