Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pabrik Kabel Bawah Laut Lokal Butuh Perlindungan

Pemerintah diminta untuk berpihak pada industri pembuat kabel bawah laut lokal, untuk mendorong pertumbuhan industri dalam negeri, ditengah pesatnya kebutuhan kabel bawah laut.
Leo Dwi Jatmiko
Leo Dwi Jatmiko - Bisnis.com 19 Agustus 2019  |  12:05 WIB
Peta sistem komunikasi kabel laut Palapa Ring paket barat. - Kementerian Komunikasi dan Informatika
Peta sistem komunikasi kabel laut Palapa Ring paket barat. - Kementerian Komunikasi dan Informatika

Bisnis.com, JAKARTA – Pemerintah diminta untuk berpihak pada industri pembuat kabel bawah laut lokal, untuk mendorong pertumbuhan industri dalam negeri, ditengah pesatnya kebutuhan kabel bawah laut.

Director PT Maju Bersama Gemilang, Akmal Fauzi, mengatakan seyogyanya kebutuhan besar akan penggelaran kabel laut, turut mendorong pertumbuhan bisnis pabrikan kabel bawah laut.

Berbeda dengan kabel listrik, Dia mengatakan saat ini pemerintah belum mewajibkan kepada pabrik pembuat kabel komunikasi bawah laut untuk membuat kabel di dalam negeri, sehingga para pengusaha lokal tertekan dengan kabel komunikasi impor.

“Impor untuk kabel laut terlalu banyak, berbeda dengan kabel listrik yang secara tegas melarang impor untuk kabel listrik,” kata Akmal kepada Bisnis.com, Minggu (18/8/2019).

Dia mengatakan pihaknya saat ini terus meminta kepada pemerintah untuk melindungi industri kabel komunikasi bawah laut dalam negeri, dengan melarang produk impor masuk ke Indonesia.

Akmal menduga banyaknya impor kabel komunikasi bawah laut, karena harga dari luar negeri, khususnya China, lebih murah dibandingkan dengan dalam negeri.

 “Kami berharap selanjutnya, pemerintah buat regulasi sama seperti kabel listrik untuk memproteksi industri dalam negeri supaya industri di dalan negeri bisa lebih maju,” kata Akmal.

PT Maju Bersama Gemilang (MBG) merupakan perusahaan penyedia kabel laut lokal. Perusahaan ini baru akan beroperasi pada 2020. Rencana untuk investasi awal, MBG akan mengucurkan dana sebesar Rp1 triliun dengan output sebanyak 10.000 Km kabel bawah laut per tahun. 

Sebelumnya, sejumlah pelaku usaha melihat bahwa ke depan industri kabel laut akan terus tumbuh, ditopang oleh konsumsi data yang meningkat. Berdasarkan data yang dihimpun Telkom, lalu lintas data pada 2025 diperkirakan mencapai 10.612 PB, atau naik 538,5% dibandingkan dengan 2019 yang berjumlah 1.662 PB.

Begitu pun dengan rata-rata kecepatan, diperkirakan pada 2025 kecepatan internet di masyarakatn mencapai 52 Mbps, naik 314% dibandingkan dengan 2019 yang sekitar 12,8 Mbps.

Pertumbuhan tersebut akan mendorong penggunaan kabel laut dalam jumlah besar untuk 5 tahun ke depan, sehingga perlindungan terhadap industri dalam negeri dibutuhkan. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kabel laut
Editor : Wike Dita Herlinda
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top