Strategi Oppo untuk Tingkatkan Layanan Purnajual Kuartal III/2019

Setelah berhasil menguasai pangsa pasar Indonesia untuk penjualan ponsel ke peritel (sell-in) pada kuartal II/2019, pada kuartal selanjutnya vendor asal China Oppo akan mengandalkan layanan purna jualnya guna mempertahankan posisi tersebut.
Rahmad Fauzan
Rahmad Fauzan - Bisnis.com 14 Agustus 2019  |  19:07 WIB
Strategi Oppo untuk Tingkatkan Layanan Purnajual Kuartal III/2019
Peluncuran OPPO Find X Automobili Lamborghini Special Edition di Paris. - Lamborghini

Bisnis.com, JAKARTA -- Setelah berhasil menguasai pangsa pasar Indonesia untuk penjualan ponsel ke peritel (sell-in) pada kuartal II/2019, pada kuartal selanjutnya vendor asal China Oppo akan mengandalkan layanan purna jualnya guna mempertahankan posisi tersebut.

Seperti diketahui, hasil survei Canalys menunjukkan bahwa volume pengiriman ponsel ke peritel (sell-in) merek Oppo adalah yang paling besar sepanjang kuartal II/2019.

Dari 11,4 juta unit ponsel pintar yang didistribusikan ke pasar pada kuartal II/2019, sebanyak 26% di antaranya adalah produk bermerek Oppo. Merek terbanyak kedua adalah Samsung (24%), diikuti oleh Xiaomi (19%), Vivo (15%), dan Realme (7%).

PR Manager Oppo Indonesia, Aryo Meidianto, mengatakan peningkatan layanan purna jual diterapkan sebagai strategi karena hal tersebut menjadi perhatian utama konsumen pada saat membeli ponsel. 

"Karena tidak mungkin sebuah produk dalam 5-6 tahun tidak akan rusak. Kenapa saya berpikiran ke depan purna jual harus ditingkatkan? Karena dari segi produk dan strategi, Oppo sudah cukup mengenal siap marketnya serta sudah cukup tahu bagaimana memasarkan perangkat-perangkatnya di di Indonesia," ujarnya kepada Bisnis.com di Jakarta, Rabu (14/8/2019).

Bagaimanapun, Aryo tidak yakin bahwa layanan tersebut akan 100% efektif. Pasalnya, pasar ponsel Indonesia yang didominasi konsumen berusia muda dinilai sangat dinamis. Namun, layanan purna jual diyakini bakal menjadi tolak ukur, terutama untuk produk-produk flagship dengan tipe pelanggan yang dianggap enggan menghabiskan waktu lama di pusat layanan.

Selain itu, meskipun dikatakan akan meningkatkan layanan purnajual, perusahaan yang memproduksi sekitar 1 juta unit setiap tahun di pasar lokal tersebut tidak akan melakukan penambahan jumlah pusat layanan.

Adapun, Oppo menyiapkan beberapa langkah optimasi; pertama, mengoptimasi 117 pusat pelayanan yang sudah ada. Upaya optimasi dilakukan dengan menghadirkan layanan purnajual untuk ponsel merek Oppo yang dibeli di luar negeri. Adapun, khusus untuk Oppo Reno 10x Zoom, perusahaan menyediakan International Warranty Service (IWS) untuk layanan purnajual ponsel dari luar negeri.

Kedua, menghadirkan sistem antrian pemesanan di mana konsumen bisa menghubungi pusat layanan dari rumah dan mengajukan pemesanan priorias. Ketiga, Oppo menghadirkan layanan one hour flashback. Dengan layanan tersebut, vendor menjanjikan konsumen setiap pelayanan yang diberikan tidak menghabiskan waktu lebih dari 1 jam.

"Jika lebih dari 1 jam, maka akan ada kompensasi dari I dengan memberikan berbagai macam hadiah kepada konsumen," ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
smartphone

Editor : Wike Dita Herlinda

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top