Vexanium Gelar Kompetisi Decentralized Apps Internasional

Bisnis.com, JAKARTA – Vexanium, public blockchain lokal terbesar di Indonesia yang baru saja mencanangkan Hari kemerdekaan blockchain lokal Indonesia pada 11 Juli 2019, mengadakan kompetisi Decentralized Apps (Dapps) internasional bagi para developer Dapps di Indonesia dan seluruh dunia.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 21 Juli 2019  |  18:21 WIB
Vexanium Gelar Kompetisi Decentralized Apps Internasional
Food Start up Indonesia

Bisnis.com, JAKARTA – Vexanium, public blockchain lokal terbesar di Indonesia yang baru saja mencanangkan Hari kemerdekaan blockchain lokal Indonesia pada 11 Juli 2019, mengadakan kompetisi Decentralized Apps (Dapps) internasional bagi para developer Dapps di Indonesia dan  seluruh dunia.

Ini merupakan ajang bagi para developer untuk mulai memahami potensi dan manfaat Dapps, dan juga membangun aplikasi terdesentralisasi yang bisa memberikan dampak positif bagi pengguna di Indonesia dan seluruh dunia. “Kompetisi ini berhadiah total 1 juta Vex untuk 6 orang pemenang plus total 300.000 Vex special prize untuk 3 pemenang,” kata .

Developer yang ingin mempelajari potensi Dapps dan cara membuat Dapps dengan platform Vexanium di URL dev.exanium.com sedangkan developer yang ingin mengikuti kompetisi Dapps bisa mendapatkan info lebih lanjut di vexanium.com/dapp-competition 

Para developer di seluruh dunia saat ini sedang berlomba-lomba membuat aplikasi Dapps yang merupakan trend kuat di seluruh dunia sejak tahun 2017an dan membuat gaji programmer blockchain menjadi sangat tinggi. 

Startup blockchain memang sudah dikenal menjadi sebuah jalan bagi para founder untuk mendisrupsi incumbent karena beberapa faktor, salah satu sebabnya karena struktur perusahaannya, market yang disasar dan bisnis modelnya sangat berbeda dan tidak secara langsung bersaing head to head dengan incumbent. 

“Value utama dari teknologi blockchain adalah value transfer, smart contract dan record keeping. 3 value utama ini terlihat sederhana, tetapi memiliki dampak luar biasa karena value ini tidak ada di teknologi lainnya,” ujar Danny Baskara, founder & CEO Vexanium, Minggu.

Teknologi blockchain akhir-akhir ini menjadi pembicaraan karena kemampuannya untuk melakukan disrupsi terhadap bisnis yang ada saat ini. Blockchain bersama dengan Artificial Intelligence (AI) sering disebut sebagai pemimpin dari revolusi teknologi 4.0. Teknologi blockchain adalah database yang bersifat trusted karena data disimpan di banyak tempat yang disebut dengan miner, atau block producer. Karakter blockchain ternyata bisa membuat bisnis harus memikirkan ulang bisnis modelnya, sedangkan aplikasi yang berbasis blockchain biasa disebut decentralized application atau Dapps. 

Beberapa contoh disrupsi yang dilakukan blockchain, misalnya pengiriman uang secara peer to peer tanpa melalui middleman atau perantara seperti halnya Bitcoin, pemakaian blockchain untuk e-voting, pencatatan kepemilikan saham sampai ratusan orang di suatu perusahaan - yang disebut dengan equity crowdfunding - bisa juga diterapkan di property (hotel, apartemen dll) yang biasa disebut fractional ownership dan bisa secara drastis meningkatkan likuiditas di pasar, dan banyak disrupsi lainnya. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
StartUp

Editor : Bambang Supriyanto

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top