Media Sosial Bikin Penduduk Global Tidak Percaya Internet

Survei global yang memasuki tahun kelimanya ini merupakan survei terbesar dan paling komprehensif mengenai keamanan dan kepercayaan atas internet.
Media Sosial Bikin Penduduk Global Tidak Percaya Internet
Deandra Syarizka - Bisnis.com 13 Juni 2019  |  13:32 WIB
Media Sosial Bikin Penduduk Global Tidak Percaya Internet
Ilustrasi media sosial - Reuters/Beawiharta

Bisnis.com, JAKARTA — Kasak-kusuk di media sosial dan ancaman serangan siber membuat penduduk global tidak nyaman menggunakan internet.

Temuan ini merupakan bagian dari survei Global Ipsos-Centre for International Governance Innovation (CIGI) tentang Keamanan dan Kepercayaan Internet 2019, yang dilakukan oleh Ipsos yang mewakili CIGI, dan bekerja sama dengan Internet Society (SOC) dan United Nations Conference on Trade and Development (UNCTAD).

Direktur program Politik dan Keamanan Global CIGI Fen Osler Hampson menjelaskan survei global yang memasuki tahun kelimanya ini merupakan survei terbesar dan paling komprehensif mengenai keamanan dan kepercayaan atas internet, yang melibatkan lebih dari 25.000 pengguna internet di lebih dari 24 negara yang terbentang di Amerika Utara, Amerika Latin, Eropa, Timur Tengah, Afrika, dan Asia Pasifik.

“Survei global tahun ini tidak hanya menggarisbawahi kerapuhan internet, tetapi juga rasa ketidaknyamanan warganet yang tumbuh terhadap media sosial dan kekuatan dari perusahaan media sosial mempengaruhi kehidupan sehari-hari mereka,” ujarnya dalam siaran pers, Rabu (12/6/2019).

Dalam survei tersebut disebutkan bahwa sebanyak 75% dari responden menyebut Facebook, Twitter, dan platform media sosial lainnya yang berkontribusi terhadap ketidakpercayaan mereka. Angka tersebut hanya terlampaui oleh kejahatan siber yang juga disebut sebagai salah satu penyebab ketidakpercayaan masyarakat terhadap internet.

Kejahatan siber disebut oleh 81% responden sebagai penyebab ketidakpercayaan terhadap internet, menjadikannya masih penyebab utama. Sementara itu mayoritas responden regional atau 62% secara global mengindikasikan kurangnya tingkat keamanan internet juga menjadi salah satu faktor penting penyebab ketidakpercayaan mereka.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
media sosial

Editor : Demis Rizky Gosta

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top