Google Akan Segera Luncurkan Layanan Streaming Video Gim Stadia

Google akan meluncurkan layanan streaming video gim yang berbasis komputasi awan (cloud), Stadia, pada November mendatang.
Google Akan Segera Luncurkan Layanan Streaming Video Gim Stadia
Syaiful Millah - Bisnis.com 07 Juni 2019  |  15:35 WIB
Google Akan Segera Luncurkan Layanan Streaming Video Gim Stadia
Google - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA  - Google akan meluncurkan layanan streaming video gim yang berbasis komputasi awan (cloud), Stadia, pada November mendatang.

Perseroan telah mengumumkan bahwa layanan ini akan tersedia di 14 negara. Negara tersebut adalah Inggris, Amerika Serikat, Belgia, Kanada, Denmark, Finlandia, Prancis, Jerman, Italia Irlandia, Belanda, Norwegia, Spanyol, dan Swedia.

Selanjutnya, pihak Google mengungkapkan  akan terus melakukan ekspansi ke negara-negara lain di berbagai belahan dunia secara masif pada 2020 mendatang.

Platform streaming video gim ini akan menawarkan sebagian besar katalognya untuk dijual dalam model sekali bayar untuk dapat dimainkan selamanya, bukan model biaya bulanan layaknya streaming dalam model platform lain.

“Kami ingin benar-benar merayakan para gamers awal kami yang datang untuk bergabung dengan kami di Stadia dengan sesuatu yang istimewa, sesuatu yang tidak bisa mereka dapatkan di tempat lain,” kata Phil Harrison, kepada tim Stadia Google seperti dikutip The Guardian, Jumat (7/6).

Saat peluncurannya, Stadia akan memiliki deretan gim dari lebih dari 20 penerbit, termasuk di antaranya adalah Bethesda dengan sekuel Doomnya Doom Eternal, Square Enix dengan Final Fantasy XV, Deep Silver dengan Metro Exodus, serta EA, Rockstar, dan Capcom dengan gim yang belum dikonfirmasi.

Stadia merupakan upaya terbaru dari Google untuk terlibat dalam kompetisi gim dengan menghadirkan sesuatu yang baru, yakni bermain gim secara streaming atau tanpa perangkat seperti yang selama ini digunakan oleh perusahaan lain misalnya Sony dan Nintendo.

Teknologi yang mendasari video gim berbasis cloud ini adalah pusat data Google yang kemudian dialirkan langsung ke rumah pengguna melalui infrastruktur dasar yang sama seperti Youtube.

Harrison mengatakan bahwa konten berkualitas tinggi dengan resolusi 4K akan memerlukan koneksi internet berkecepatan 35 Mbps atau lebih tinggi. Akan tetapi, konten berkualitas 1080p dapat diakses pengguna dengan koneksi internet 10 Mbps.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
google, game

Editor : Anggi Oktarinda

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top