Akselerator HealthTech BlueChilli di Singapura Terbuka untuk Startup Indonesia

Program yang berlangsung selama 6 bulan ini didesain untuk para pendiri perusahaan rintisan tahap awal Asia Tenggara di bidang teknologi kesehatan.
Deandra Syarizka
Deandra Syarizka - Bisnis.com 29 Mei 2019  |  15:07 WIB

Bisnis.com,, JAKARTA — BlueChilli membuka pendaftaran program akselerator startup yang berbasis di Singapura bernama HealthTech Accelerator. Program yang berlangsung selama 6 bulan ini didesain untuk para pendiri perusahaan rintisan  tahap awal  Asia Tenggara di bidang teknologi kesehatan.

The BlueChilli HealthTech Accelerator merupakan hasil kerja sama dengan Enterprise Singapore, sebuah badan ekonomi di bawah Kementerian Perdagangan dan Industri Singapura. Program ini membidik individu di Asia Tenggara yang memiliki pengalaman di sektor kesehatan dan memiliki gagasan bagaimana memperbaiki sektor ini secara radikal dengan menggunakan teknologi.

Sebanyak 15 pendiri yang terpilih mengikuti program akan mendapatkan akses ke studio ventura BlueChilli untuk membantu membangun produk pertamanya dan meningkatkan traksi dari pasar, dengan dukungan dari manajer produk serta tim pengembang in-house kelas dunia.

Berdasarkan data CBInsights, sebanyak 42% perusahaan rintisan yang mengalami kegagalan diakibatkan ketidakmampuan dalam menciptakan produk yang sesuai kebutuhan pasar.

CEO BlueChilli Sebastien Eckersley-Maslin menyatakan kehadiran studio venturanya membantu perusahaan rintisan dalam memitigasi risiko tersebut.

“BluChilli membantu para pendiri yang memiliki gagasan bagu namun tidak disertai dengan pengalaman teknologi, untuk memecahkan sebuah masalah dan membangun produk komersial pertama mereka secara cepat dalam jangka waktu 4 hingga 6 bulan,” ujarnya, seperti dikutip dari siaran pers, Rabu (29/5/2019).

Setelah para pendiri merilis produknya yang sesuai pasar, ujarnya, pihaknya membantu mereka menemukan pelanggan pertama melalui ekosistem mitra korporasi, mengamankan investasi pertamanya, dan membentuk tim pertama.

Sejak berdiri pada 2012, BlueChilli telah membangun lebih dari 130 perusahaan rintisan dan telah berpartisipasi dalam tiga exit dan satu IPO. Perusahaan rintisan yang ada dalam portfolionya telah mengumpulkan lebih dari US$170 juta secara total dan telah berkontribusi dalam menciptakan sekitar 1.000 lapangan pekerjaan.

Berdasarkan data Galen Growth Asia, sebuah firma Asia di bidang teknologi kesehatan, pendanaan di sektor teknologi kesehatan Asia mencapai US$3,3 miliar dari 107 pendanaan pada 2018, tumbuh US$550 juta dari tahun sebelumnya pada 2017.

Programme Director BlueChilli Seow Hui Hong menyatakan, layanan kesehatan di seluruh dunia sedang mengalami transformasi yang belum pernah terjadi sebelumnya, didorong oleh pergeseran demografis dan gaya hidup, teknologi yang muncul, peningkatan konektivitas dan konsumen yang diberdayakan menuntut lebih banyak kendali atas pengalaman kesehatan mereka.

“Ada banyak sekali potensi dari sektor teknologi kesehatan untuk memperbaiki secara radikal hasil dari layanan kesehatan baik bagi individu maupun masyarakat di Asia Tenggara. Kami memanggil orang-orang yang sangat bersemangat tentang masalah kesehatan, dan memiliki gagasan untuk memecahkannya, untuk mendaftar program ini,” ujarnya.

Peluncuran program hari ini datang dengan serangkaian pengumuman dari BlueChilli tentang pertumbuhan investasinya di kawasan ini, termasuk pembukaan kantor pusat baru Singapura awal bulan ini dan peluncuran pusat inovasi di Indonesia dalam kemitraan dengan Coca- Cola Amatil pada bulan April.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
StartUp

Editor : Demis Rizky Gosta

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top