PostgreSQL Gelar Konferensi Internasional Tahunan di Bali

Konferensi Internasional tahunan PostgreSQL Conference atau PGConf.ASIA 2019 akan diselenggarakan di Pulau Dewata Bali pada 9-12 September sebagai bentuk apresiasi pesatnya perkembangan PostgreSQL di Tanah Air.
Sholahuddin Al Ayyubi
Sholahuddin Al Ayyubi - Bisnis.com 24 Mei 2019  |  06:52 WIB
PostgreSQL Gelar Konferensi Internasional Tahunan di Bali
Ilustrasi Internet of things

Bisnis.com, JAKARTA – Konferensi Internasional tahunan PostgreSQL Conference atau PGConf.ASIA 2019 akan diselenggarakan di Pulau Dewata Bali pada 9-12 September sebagai bentuk apresiasi pesatnya perkembangan PostgreSQL di Tanah Air.

CEO PT. Equnix Business Solutions, Julyanto Sutandang mengungkapkan, tema yang akan diambil pada konferensi tahunan kali ini adalah Saat Bisnis Bertemu Hacker (Pengoprek). Dia menjelaskan melalui tema itu, akan membahas tentang beragam metode pengoprekan untuk mengidentifikasi kerentanan di dalam sistem database guna meningkatkan keamanan di lingkungan bisnis.

Menurutnya, PGConf memiliki skala lebih besar dibandingkan dengan ajang PostgreSQL lainnya seperti PGDay dan akan dihadiri oleh 400 peserta dari seluruh dunia, tidak hanya Asia, tetapi juga Amerika, Rusia dan Eropa.

“Masyarakat bisnis Indonesia telah siap untuk mengadopsi PostgreSQL dengan lebih mendalam. Indonesia membutuhkan open source untuk memperkuat perekonomian, menghemat biaya, dan menjamin integritas data serta keamanan. Perlu adanya dukungan semua pihak terutama kalangan enterprise dan pemerintah,” tuturnya dalam keterangan resminya, Jumat (24/5/2019).

Julyanto mengungkapkan Equnix berkontribusi sebagai implementator PostgreSQL terbanyak di Indonesia pada beragam sektor eksklusif seperti perbankan, finansial, industri, dan lainnya yang telah memahami performa tinggi PostgreSQL sebagai sistem database.

“Kami sangat berharap perhelatan ini mendapatkan dukungan penuh dari pihak Pemerintah, maupun kalangan enterprise di Indonesia,” katanya.

Selama dua tahun berturut-turut, PostgreSQL telah berhasil mempertahankan posisi puncak sebagai database dengan pertumbuhan tercepat di dunia menurut versi DB-Engines. Di sisi popularitas, DB-Engines melaporkan bahwa database open source telah mengalami peningkatan popularitas setiap tahunnya sejak 2013 dan telah menggerus pangsa pasar database komersial.

Meskipun database komersial masih memimpin pasar, tapi database open source menunjukkan tren penguatan untuk menjadi mayoritas dalam tempo 12-18 bulan mendatang.

PostgreSQL sebagai bagian dari solusi berbasis Open Source, memberikan kebebasan pengguna untuk mengakses kode sumber sehingga terjamin integritasnya terhindarkan potensi masalah seperti kebocoran data, maupun penghentian layanan oleh sebab legal maupun komersial.

Implementasi software yang berbasiskan Open Source membebaskan kita dari ketergantungan terhadap teknologi asing dan mendukung usaha kita menuju kemandirian.

 

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Internet of Things

Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top