Singapura Tambah US$222 Juta Untuk Pacu Inovasi Digital

Singapura akan mengalokasikan dana tambahan sebesar 300 juta dolar Singapura atau senilai US$222 juta untuk memacu penelitian dalam inovasi digital menyusul rencana pemerintah untuk mengubah ekonomi dengan teknologi.
Nirmala Aninda
Nirmala Aninda - Bisnis.com 04 Maret 2019  |  19:07 WIB
Singapura Tambah US$222 Juta Untuk Pacu Inovasi Digital
Patung Merlion di Marina Bay, Singapura - Wikimedia Commons

Bisnis.com, JAKARTA - Singapura akan mengalokasikan dana tambahan sebesar 300 juta dolar Singapura atau senilai US$222 juta untuk memacu penelitian dalam inovasi digital menyusul rencana pemerintah untuk mengubah ekonomi dengan teknologi.

Menteri Komunikasi dan Informasi, S. Iswaran mengatakan dana yang jumlahnya hampir dua kali lipat dari anggaran yang tersedia saat ini, adalah bagian dari fase perencanaan lima tahun Yayasan Riset Nasional yang berakhir tahun 2020. Dana ini nantinya akan digunakan untuk penelitian dalam layanan dan ekonomi digital.

"Investasi dalam bidang penelitian dan pengembangan sangat penting untuk membantu industri kami agar terus berinovasi dan tetap kompetitif, bahkan ketika teknologi terus berkembang dengan pesat," ujarnya seperti dikutip dari Bloomberg, Senin (4/3/2019).

Iswaran menambahkan bahwa pemerintah memiliki visi agar semua bisnis, pekerja, dan warga negara saling terhubung dan memiliki keahlian digital.

Negara Asia Tenggara dengan populasi sekitar 5,7 juta jiwa tersebut adalah pusat keuangan regional yang berupaya menarik lebih banyak bisnis dan investor melalui kemajuan teknologi.

Pemerintah telah menjabarkan berbagai langkah untuk membantu bisnis kecil agar dapat berekspansi secara digital dan mengembangkan tenaga kerja yang memiliki keterampilan teknologi tinggi.

Iswaran menyampaikan bahwa Singapura akan meluncurkan solusi kecerdasan buatan dan berbasis cloud untuk setiap sektor bisnis pada 2020.

Singapura memperkenalkan jaringan faktur (invoice) elektronik nasional untuk pelaku bisnis pada bulan Januari dan memiliki inisiatif untuk membantu bisnis agar dapat bertukar dokumen perdagangan digital secara aman.

Otoritas Pengembangan Media, Infocomm, berencana untuk mulai meluncurkan jaringan telepon seluler generasi kelima, atau 5G, pada 2020 untuk mempertahankan keunggulan kompetitif Singapura dalam konektivitas.

Jaringan baru akan menyediakan layanan data pada kecepatan tertinggi 100 kali lebih cepat dari jaringan yang tersedia saat ini serta mampu mendukung hingga 1.000 perangkat atau gadget tambahan.

Konsultasi publik mengenai kerangka kerja dan kebijakan 5G termasuk alokasi spektrum akan segera dimulai, kata Iswaran.

Singapore Telecommunications Ltd., perusahaan telepon terbesar di negara itu, dan operator seluler lainnya juga tengah berupaya untuk mengadopsi 5G.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
ekonomi singapura

Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top