Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Mau Bikin Startup? Pelajari Caranya di Startup Weekend

Kumpul dan Techstar membentuk program Startup Weekend untuk membantu masyarakat awam yang tertarik mendirikan startup. 
Deandra Syarizka
Deandra Syarizka - Bisnis.com 02 Maret 2019  |  06:23 WIB
CEO Kumpul Faye Alund dan Manajer Regional APAC Techstars Lalitha Wemel saat peluncuran Startup Weekend di Jakarta, Jumat (1/3/2019). - Bisnis/Deandra Syarizka
CEO Kumpul Faye Alund dan Manajer Regional APAC Techstars Lalitha Wemel saat peluncuran Startup Weekend di Jakarta, Jumat (1/3/2019). - Bisnis/Deandra Syarizka

Bisnis.com, JAKARTA -- Kumpul dan Techstar, masing-masing platform yang menghubungkan wirausahawan dan akselerator yang membantu perusahaan rintisan, membentuk program Startup Weekend untuk membantu masyarakat awam yang tertarik mendirikan startup
 
 CEO & Co-Founder Kumpul Faye Alund menyatakan saat ini, banyak masyarakat awam yang bergairah untuk membuat perusahan rintisan tetapi tidak mengetahui caranya.  Oleh karena itu, pihaknya membuat program Startup Weekend yang terbuka untuk semua orang demi memfasilitasi hal tersebut. 
 
"Ini bukan program pencetak startup,  hanya biar orang tahu caranya. Kalaupun [nantinya]  gagal, tidak apa.  Mungkin di percobaan ketiga,  keempat nanti akan berhasil," ujarnya, Jumat (1/3/2019).
 
Faye menambahkan dalam program akhir pekan ini, para peserta akan diajari kurikulum design thinking a la Google, yang merupakan sebuah metode yang digunakan untuk menguji produk yang dihasilkan. 
 
Selain itu,  peserta juga diajak untuk mendiskusikan ide mereka, mengumpulkan data,  serta membuat purwarupa produk dan mempresentasikannya di hadapan para mentor.  
 
Dalam pelaksanannya, Startup Weekend akan berkolaborasi dengan mitra kerja lokal di enam kota yakni Jakarta,  Bandung,  Semarang,  Yogyakarta, Surabaya, dan Bali. Rencananya,  pelaksanaan program Startup Weekend ini akan dimulai pada April 2019. 
 
Dia berharap program ini dapat membantu meningkatkan ekonomi digital Indonesia dalam melahirkan perusahaan rintisan.  
 
Faye menilai konomi digital Indonesia memang cukup diperhitungkan di Asia Tenggara. Pasalnya, dari total 9 unicorn yang ada di Asia Tenggara,  4 di antaranya ada di Indonesia. 
 
Namun,  bila dibandingkan dengan China, Indonesia masih tertinggal jauh. Dia menyebut saat ini, Negeri Panda telah memiliki 130 unicorn.  


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

StartUp
Editor : Annisa Margrit

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top