Industri Periklanan Bakal Adopsi Teknologi Mutakhir dengan Masif

Chief Operating Officer, SilverPush, Kartik Metha mengatakan pada 2018 penggunaan teknologi mutakhir dalam strategi pemasaran mulai banyak digunakan oleh para pelaku bisnis.
Syaiful Millah
Syaiful Millah - Bisnis.com 05 Januari 2019  |  23:44 WIB
Industri Periklanan Bakal Adopsi Teknologi Mutakhir dengan Masif
Ilustrasi kecerdasan buatan atau artificial intelligence AI

Bisnis.com, JAKARTA – Teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) diprediksi makin banyak digunakan pada sektor periklanan pada 2019.

Chief Operating Officer, SilverPush, Kartik Metha mengatakan pada 2018 penggunaan teknologi mutakhir dalam strategi pemasaran mulai banyak digunakan oleh para pelaku bisnis.

Pelaku usaha, menurut Metha, berusaha memberikan lebih banyak konteks iklan dengan membuat pesan yang lebih revelan dengan memanfaatkan teknologi AI dan pembelajaran mesin (machine learning).

“AI dan machine learning menjadi lebih diutamakan, penggunaan teknologi baru tersebut membuat periklanan menjadi lebih terjangkau dan dapat diakses oleh berbagai merek dan pengiklan,” katanya seperti dikutip Bisnis dalam keterangan pers, Sabtu (05/01).

Mentha menyampaikan bahwa adopsi tersebut akan terus berlanjut dan masif pada tahun mendatang. Dia melanjutkan teknologi AI dan pembelajaran mesin akan dimanfaatkan dalam industri periklanan untuk lebih meningkatkan keterlibatan dan memahami preferensi konsumen.

Pada 2018, nilai pasar AI diperkirakan mencapai nilai US$6,46 miliar dan diprediksi akan terus meningkat hingga US$40,9 miliar pada 2025. Dirinya mengatakan bahwa kawasan Asia Pasifik merupakan salah satu kawasan yang akan berkembang pesat dalam terkait adopsi teknologi dalam industri periklanan.

Hal ini didasarkan pada perkembangan ekonomi kawasan yang terus tumbuh, diikuti oleh peningkatan penetrasi pengguna internet dan telepon pintar.

Metha menyampaikan bahwa pemasaran melalui video akan lebih masif dari sebelumnya, “2019 ditetapkan sebagai tahun yang menarik bagi merek pemasaran kontekstual dan video kami mengantisipasi lebih banyak merek yang akan fokus dalam hal ini,” imbuhnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
iklan

Editor : Andhika Anggoro Wening

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top