Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Hoaks Penculikan Anak, Kominfo Identifikasi 2 Informasi Palsu Ini 

Kementerian Komunikasi dan Informatika telah mengidentifikasi 2 informasi palsu atau hoaks mengenai penculikan anak yang menjadi buah bibir warganet beberapa hari terakhir.
Sholahuddin Al Ayyubi
Sholahuddin Al Ayyubi - Bisnis.com 01 November 2018  |  16:09 WIB
Penculikan anak - Ilustrasi
Penculikan anak - Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA--Kementerian Komunikasi dan Informatika telah mengidentifikasi 2 informasi palsu atau hoaks mengenai penculikan anak yang menjadi buah bibir warganet beberapa hari terakhir.

Plt. Kepala Biro Humas Kemkominfo Fernandius Setu mengungkapkan pihaknya telah menerima beberapa aduan konten dari masyarakat terkait isu penculikan anak. Isu penculikan telah membuat masyarakat gaduh belakangan ini.

Informasi hoaks pertama terkait penculikan anak di salah satu pusat perbelanjaan di Belga, Tulungagung, Jawa Timur. Hoaks ini disebarkan melalui pesan berantai Whatsapp.

"Isu ini sudah ditanggapi Kapolres Tulungagung yang menyebutkan bahwa informasi penculikan anak di sana tidak benar atau hoaks," tutur Fernandius, Kamis (1/11/2018).

Fernandius menambahkan, hoaks kedua ihwal penculikan anak di daerah Talang Jambe, Palembang, juga tidak benar.

Dia menjelaskan fakta sesungguhnya. Informasi yang disebarkan itu bukan penculikan anak, melainkan seseorang yang tertangkap tangan mencuri ponsel pintar. Kejadian itu berlangsung Rabu, 31 Oktober 2018, di Kelurahan Talang Jambe, Kecamatan Sukarami, Palembang.

Fernandius mengimbau agar masyarakat berhenti menyebarkan informasi hoaks melalui pesan berantai maupun sosial media.

Diingatkannya, setiap pelaku yang telah menyebarkan hoaks melalui layanan Internet dapat dipidana penjara dengan ancaman maksimal 6 tahun dan denda sebesar Rp1 miliar sesuai ketentuan UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

"Kami mengimbau warganet agar tidak menyebarkan hoaks atau berita bohong lagi melalui media Internet maupun website," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

penculikan hoax
Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top