Mencoba Fitur Ngetren di Samsung J7 Plus

Tidak hanya seri produk baru, seri terdahulu juga terus di-upgrade dengan fitur dan teknologi terkini. Salah satunya adalah Samsung J7 Plus.
Dhiany Nadya Utami | 28 Maret 2018 11:49 WIB

Bisnis.com, JAKARTA -  Samsung Electronics Indonesia semakin rajin merilis produk-produk smartphone di semua lini. Tidak hanya seri produk baru, seri terdahulu juga terus di-upgrade dengan fitur dan teknologi terkini. Salah satunya adalah Samsung J7 Plus.

Bisnis.com mendapat kesempatan untuk menjajal perangkat ponsel pintar ini selama sepekan untuk melihat fitur apa saja yang ada pada Samsung J7 Plus ini. Berikut ulasannya.

Masih Ber-bezel

Tampilan luar Samsung J7 Plus boleh dibilang cukup mewah dibandingkan ponsel sekelasnya. Samsung J7 Plus memiliki bodi ramping dengan ketebalan 7,9 mm dan desain full metal unibody. Ponsel berukuran 5,5 inci ini juga cukup nyaman digenggam bahkan dengan satu tangan.

Desain depan masih khas Samsung dengan tombol fisik di tengah yang berfungsi pula sebagai pemindai sidik jari dan dua tombol halus di kanan dan kirinya untuk “Back” dan “Recent Apps”. Sepintas, antarmuka ini tidak jauh berbeda dengan Samsung J7 seri sebelumnya.

 

Untuk tampilan layarnya sendiri merupakan panel layar Super AMOLED dan memiliki tingkat kecerahan yang dapat diatur sesuai kebutuhan pengguna, ada pula mode otomatis yang membuat layar akan menyesuaikan tingkat kecerahan dengan kondisi sekitarnya.

Layar yang memiliki kualitas Full HD 1.080 piksel ini masih memiliki aspek rasio 16:9 dan belum mengadopsi tampilan layar penuh yang jadi tren kekinian sehingga pengalaman menonton dan menggunakan ponsel ini dapat dikatakan biasa saja seperti pada ponsel umumnya. 

Pagi Hari

Fitur dwi-kamera menjadi keunggulan yang ditonjolkan oleh Samsung J7 Plus. Kedua kamera ini masing-masing memiliki resolusi 13 MP dengan f/1.7 aperture dan 5 MP dengan f/1.9 aperture yang mempunyai kegunaan utama membuat foto bokeh atau latar belakang yang baur.

Saat dicoba, fitur Portrait untuk menampilkan kebokehan kamera ganda Samsung J7 Plus cukup mudah digunakan. Pengguna hanya perlu masuk ke fitur kamera dan memilih mode Live Focus. Pengguna juga dapat mengatur tingkat bokeh secara manual lewat sentuhan di layar.

Kamera meminta agar objek yang ingin ditonjolkan setidaknya berjarak 1-1,5 meter dari kamera untuk hasil maksimal. Akan tetapi, untuk mencapai fokus yang sempurna cukup memakan waktu, pengguna perlu mengatur posisi kamera sedemikian rupa agar baru yang dihasilkan rapi.

Kadang, jika terburu-buru mengambil gambar maka hasil baur yang ditangkap tidak rapi dan terkesan seperti foto hasil proses edit seadanya. Meskipun begitu, salah satu hal yang menarik adalah pengguna dapat mengatur ulang tingkat bokeh di hasil jepretan.

Ada pula beragam stiker bawaan yang bisa ditambahkan agar hasil foto terlihat lebih menarik. Stiker ini dapat dipilih langsung sebelum mengambil objek.

 

 

Jika tidak menggunakan fitur dwi-kamera, hasil jepretan Samsung J7 Plus juga cukup baik. Gambarnya jernih dan memiliki detail yang baik. Akan tetapi, foto di luar ruangan dan siang hari masih lebih bagus dibandingkan dengan gambar yang diambil di dalam ruangan atau pada malam hari.

Kamera juga dapat diakses dengan mudah melalui beberapa mode jalan pintas yang terdapat pada Samsung J7 Plus yakni dengan menekan tombol utama sebanyak dua kali dan lewat gambar kamera di pojok layar. Ikon ini akan langsung menghubungkan pengguna dengan kamera meski ponsel terkunci.

Untuk kemampuan merekam video, Samsung J7 Plus dapat dibilang cukup mulus dan stabil. Meskipun begitu performa maksimal memang didapatkan ketika sumber cahaya tinggi dan di luar ruangan, tetapi hasil video dalam ruangan atau kondisi malam pun masih cukup baik.

Kemudian kamera depan, Samsung S7 Plus memiliki kamera 16 MP dengan bukaan 1.9 dan dilengkapi mode “Beauty” untuk membuat hasil Swafoto lebih mulus. Namun, disarankan untuk tidak menyetel mode tersebut secara maksimal karena hasil foto akan terlihat kurang alami.

Seperti kamera belakang, fitur stiker juga tersedia di kamera swafoto sehingga pengguna dapat membuat foto diri yang lebih menarik dan kreatif. Urusan video, kamera depan Samsung S7 Plus telah mendukung resolusi Full HD sehingga cocok untuk membuat video.

 

Kurang Terbatas

Beberapa fitur lain yang cukup fungsional dari Samsung J7 Plus adalah adanya pemindai sidik jadi dan pengenalan wajah (face recognition) untuk membuka kunci ponsel. Respons kedua fitur ini dapat dibilang cukup baik dalam mengenali pengguna. Penempatan pemindai sidik jari di tombol utama juga memudahkan pengguna untuk menyentuhnya.

Kemudian ada pula fitur Bixby yang masih terasa biasa saja karena belum berjalan layaknya asisten virtual. Bixby hanya menjadi linimasa untuk ramalan cuaca, pengingat jadwal, dan rekomendasi artikel atau berita.

Urusan dapur pacu dan kinerja ponsel, Samsung J7 Plus disematkan prosesor Mediatek Helio P25 Octa-Core Cortex-A53 berkecepatan 1,6 GHz dan RAM berkapasitas 4 GB sehingga pengolahan data akan terasa cepat, tetapi ketika banyak aplikasi dibuka secara bersamaan memang terasa mulai melambat. Adapun, untuk memori internal pengguna dapat memanfaatkan kapasitas bawaan sebesar 32 GB ditambah memori eksternal hingga 256 GB.

Sementara itu, untuk kinerja baterai Samsung J7 Plus dibekali dengan kapasitas 3.000 mAh yang terasa kurang jika pemakainya cukup aktif (membuka media sosial, sering mengambil foto dan video, serta bermain gim). Baterai yang diisi penuh di pagi hari paling hanya bertahan hingga sore hari. Akan tetapi, jika pemakaian wajar baterai setidaknya bertahan hingga malam tiba.

Kesimpulannya, untuk harga hampir Rp5 juta, Samsung J7 Plus belum begitu spesial. Tidak buruk, tetapi banyak pilihan lain yang lebih menggoda. Jika harganya dibandingkan dengan ponsel Samsung dari seri lain, pengguna sepertinya akan lebih memilih seri A yang semi-flagship dan memiliki spesifikasi lebih tinggi dibandingkan dengan ponsel satu ini karena perbedaan harganya tidak terlalu jauh. Sementara itu, untuk spesifikasi seperti Samsung J7 Plus, masih banyak ponsel merek tetangga dengan spesifikasi bersaing yang harganya lebih terjangkau.  Dhiany Nadya Utami

Tag : smartphone
Editor : Demis Rizky Gosta

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top