Tips Menetapkan Kode Otentifikasi yang Aman

Dengan143 juta orang di Indonesia menjadi pengguna internet berdasarkan hasil survei asosiasi penyelenggara jasa Internet Indonesia (APJII), berarti diperlukan upaya untuk mengantisipasi risiko termasuk dari sisi keamanan siber.
Duwi Setiya Ariyanti
Duwi Setiya Ariyanti - Bisnis.com 04 Maret 2018  |  00:54 WIB
Tips Menetapkan Kode Otentifikasi yang Aman
Ilustrasi browser komputer - Creative Commons

Bisnis.com, JAKARTA – Dengan143 juta orang di Indonesia menjadi pengguna internet berdasarkan hasil survei asosiasi penyelenggara jasa Internet Indonesia (APJII), berarti diperlukan upaya untuk mengantisipasi risiko termasuk dari sisi  keamanan siber.

Berikut beberapa tips untuk menetapkan kode otentifikasi sehingga terhindar dari insiden keamanan siber.

Ketua Indonesia Cyber Security Forum (ICSF) Ardi Sutedja mengatakan masalah otentifikasi merupakan hal dasar yang belum disadari para pengguna Internet. Padahal, dengan terhubung ke internet sebenarnya para pengguna menjadi lebih rentan terhadap masalah keamanan siber daripada yang tidak terhubung. Kenyataannya, kendati lebih dari separuh populasi Indonesia sudah mendapat akses internet, masalah otentifikasi masih ada. 

Untuk menetapkan password atau kode otentifikasi, dia pun menyebut beberapa cara agar memiliki tingkat keamanan tinggi dan mudah diingat. 

Pertama, jangan menggunakan tanggal lahir. Tanggal lahir, katanya, menjadi kombinasi angka yang paling sering digunakan sekaligus paling mudah dibobol peretas. Menurutnya, menaruh tanggal lahir sebagai kode otentifikasi bukan pilihan tepat karena terlalu mudah untuk ditebak. 

"Jangan pakai tanggal lahir karena mudah sekali ditebak,"ujarnya saat dihubungi Bisnis, Jumat (2/3/2018).

Kedua, jangan menggunakan password yang sama untuk beberapa akun. Alasannya, tutur Ardi, bila satu akun berhasil diretas, maka akun lain mudah untuk diakses karena memiliki kode yang sama. Sebagai contoh, dia menyebut untuk akun surel, ponsel, akun bank semua harus memiliki kode masing-masing.

"Jangan pakai satu password untuk semua karena kalau satu jebol, semua kena,"kata Ardi.

Ketiga, tetapkan kode otentifikasi yang sulit ditebak tapi mudah diingat. Sebagai contoh, dia menuturkan kode-kode yang diasosikan dengan pengalaman personal seperti tempat yang dikunjungi saat berbulan madu. Dengan begitu, dia menyebut kodenya akan sulit ditebak orang lain namun mudah diingat.

"Bikin password yang mudah diingat tapi tidak mudah ditebak, dari pengalaman pribadi misalnya tempat yang dikunjungi saat bulan madu,"katanya. 

Menurutnya, cara-cara ini mampu mengamankan akun-akun dari insiden keamanan siber. Kode otentifikasi berupa kombinasi huruf dan angka ini akan tetap berlaku selama belum ada sistem otentifikasi baru. Selain menetapkan password yang tepat, perlu dibiasakan pula untuk mengganti password secara berkala.

 

Seharusnya, mengganti password dilakukan minimal sebulan sekali. Bila pun password yang telah ditetapkan dianggap cukup kuat, tak akan mengurangi kerentanan terhadap serangan siber tanpa menggantinya secara teratur. 

"Password itu mendasar sekali. tapi mengganti password secara berkala belum jadi kebiasaan,"katanya. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
keamanan siber

Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top