Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

SISTEM KEAMANAN BARU: PIN Angka Bakal Segera Tergusur

Tidak lama lagi sistem keamanan baru yang selama ini berlaku, personal identification number (PIN) akan digantikan dengan kode akses baru, menggunakan berbagai corak emosi atau karakter orang.
News Editor
News Editor - Bisnis.com 16 Juni 2015  |  09:36 WIB
Simbol emosi/yourlifeorguk - yus
Simbol emosi/yourlifeorguk - yus

Bisnis.com, JAKARTA - Tidak lama lagi sistem keamanan baru yang selama ini berlaku, personal identification number (PIN) akan digantikan dengan kode akses baru, menggunakan berbagai corak emosi atau karakter orang.

Hal itu menyusul penemuan sistem keamanan baru itu oleh sebuah perusahaan Inggris, Intelligent Environments.

 

Sepertiga dari 1.300 orang yang disurvei lupa akan PIN mereka, dan "64% dari millennials (generasi Y) secara teratur berkomunikasi hanya menggunakan emoji." Menggambungkan keduanya, menjadi kesimpulan yang logis.

Intelligent Environments mengklaim "teknologi keamanan emoji" miliknya lebih mudah untuk diingat, dan menawarkan keamanan yang lebih besar dan yang terpenting adalah jauh lebih menyenangkan daripada angka.

Hasil penelitian perusahaan itu mengungkapkan bahwa sepertiga dari 1.300 orang yang disurvei lupa akan PIN mereka, dan "64% dari millennials (generasi Y) secara teratur berkomunikasi hanya menggunakan emoji." Menggambungkan keduanya, menjadi kesimpulan yang logis.

Menawarkan 44 emoji untuk dipilih dari 3.498.308 permutasi, sebagai lawan 7.290 digit tak berulang, membuat kode akses emoji 480 kali lebih aman.

"Melupakan password terjadi karena otak tidak bekerja secara digital atau secara lisan. Ia bekerja imagistically," kata pakar memori Tony Buzan. "Gambar adalah cara utama mengingat apa yang Anda ingin ingat."

Orang-orang di balik teknologi baru itu merekomendasikan membangun sebuah cerita untuk membantu Anda mengingat urutan. Perusahaan itu saat ini sedang dalam pembicaraan dengan bank untuk menggelar teknologi itu selama 12 bulan ke depan.

Ahli cybersecurity Profesor Alan Woodward memuji sistem itu, dan mengatakan teknologi itu akan memaksa hacker untuk melalui lebih banyak siklus untuk memecahkan kode. Namun, ia menambahkan bahwa "masih masuk akal untuk memiliki semacam otentikasi dua faktor."

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

software keamanan

Sumber : Tempo.co

Editor : Yusran Yunus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top