Siswa SMAN Klakah Ubah Limbah Bonggol Pisang jadi Tepung Kue

Deandra Syarizka
Kamis, 21 Mei 2015 | 16:15 WIB
Pohon pisang. /epatani.pertanian.go.id
Pohon pisang. /epatani.pertanian.go.id
Bagikan

Bisnis.com, LUMAJANG – Bonggol pisang, salah satu dari bagian pohon tropis tersebut biasanya menjadi yang paling jarang dimanfaatkan. Namun, dengan kreativitas, siswa SMA Negeri Klakah Lumajang berhasil mengubah limbah tersebut menjadi tepung kue.

Pudji Setyowati, Kepala Sekolah SMA Negeri Klakah, mengemukakan pihaknya mengolah bonggol pisang untuk mengurangi limbah organik yang terdapat di daerahnya. Selain itu, untuk mengangkat lebih jauh pisang sebagai komoditas kearifan lokal Lumajang.

“Dalam metode pembelajaran project  based learning, kami diminta ambil satu masalah yang jadi kearifan lokal untuk dicarikan solusinya. Waktu itu pilihannya antara pasir dan pisang. Ternyata dari dua ini, pasir banyak muatan politis dan mafianya, sehingga kami beralih ke pisang,” ujarnya kepada Bisnis.com, Rabu (20/05/2015).

Dari hasil penelitian siswa yang dibantu oleh Komunitas Peduli SMA Negeri 1 dan didukung oleh pembinaan serta bantuan dana senilai Rp 15 juta dari School Development Outreach (SDO), pihaknya berhasil mengolah limbah bonggol pisang menjadi dua produk. Kedua produk tersebut adalah tepung kue bonggol pisang, dan pakan ternak.

SDO adalah sebuah penyedia layanan pengembangan masyarakat dari Putera Sampoerna Foundation (PSF).

SMA Negeri Klakah juga telah melakukan sosialisasi produknya ke berbagai lapisan masyarakat, mulai dari Ibu-Ibu PKK, hingga berbagai dinas terkait. Namun, dari kedua produk tersebut, tepung kue bonggol pisang yang lebih disambut antusias oleh masyarakat.

Mereka juga telah menguji kandungan nutrisi tepung kue bonggol pisangnya ke laboratorium Universitas Airlangga. Hasilnya, tepung kue yang dijual seharga Rp5.500 per bungkus ini kaya akan karbohidrat, serat, vitamin, serta mengandung kadar air dan protein yang rendah.

Tak hanya itu, mereka juga mengolah tepung kue tersebut menjadi berbagai macam makanan olahan. Hasil eksperimen para siswa menunjukkan bahwa tepung kue bonggol pisang cocok untuk diolah menjadi kue kering yang berwarna cokelat serta dodol.

Salah satu anggota Komunitas Peduli SMA Negeri Klakah Mahfud Al MUkhlis menilai metode project  based learning ini berhasil mengubah perilaku siswa menjadi lebih tertib. Menurutnya, penerapan metode ini terhadap sistem belajar siswa efektif mengubah paradigma mereka menjadi lebih baik.

“Dulu itu di sini tawuran, meski tidak setiap hari pasti ada saja. Sekarang setelah ada program ini, sudah teratur. Siswa itu merasa senang belajar dengan cara ini, yang biasanya bolos menjadi rajin sekolah,” ujarnya. []

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini di sini:

Penulis : Deandra Syarizka
Editor : Fatkhul Maskur
Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Topik-Topik Pilihan

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper