Ponsel Cerdas Bikin Manusia Malas Berpikir?

Telepon seluler cerdas alias smartphone membuat hidup manusia semakin mudah. Petunjuk jalan dan alamat hotel atau restoran kini gampang ditemukan menggunakan fasilitas yang ada di dalam ponsel cerdas.
Redaksi | 17 Maret 2015 19:08 WIB
Menurut penelitian, ponsel pintar bisa membuat para penggunanya menjadi lebih malas berpikir. - Ilustrasi

Bisnis.com, ONTARIO - Telepon seluler cerdas alias smartphone membuat hidup manusia semakin mudah. Petunjuk jalan dan alamat hotel atau restoran kini gampang ditemukan menggunakan fasilitas yang ada di dalam ponsel cerdas.

Masalahnya, menurut riset peneliti University of Waterloo, Kanada, kenyamanan yang didapat dengan mengetukkan jemari saat mengoperasikan ponsel cerdas membuat manusia lebih malas berpikir mandiri.

Laporan studi yang dimuat dalam jurnal Computers in Human Behavior menyebutkan pengguna smartphone lebih banyak mengandalkan mesin pencari ketimbang otak sendiri. Para pengguna yang biasanya berpikir intuitif, berani mengambil risiko, dan mengandalkan insting dalam membuat keputusan kini malah bergantung pada ponsel mereka.

Peneliti membuktikan peranti elektronik itu bisa membuat para penggunanya menjadi lebih malas berpikir. "Mereka sebenarnya mencari informasi yang sudah diketahui atau bisa dipelajari dengan mudah, tapi enggan berusaha benar-benar memikirkannya," kata Gordon Pennycook, peneliti dan kandidat doktor di Department of Psychology University of Waterloo, seperti ditulis di laman kampus itu, Kamis (5/3/2015).

Para pemikir analitis biasanya mengajukan beberapa pertanyaan terhadap diri sendiri saat menghadapi persoalan dan menganalisis masalah dengan cara yang lebih logis. Orang-orang dengan tingkat inteligensi tinggi umumnya tak terlalu mengandalkan intuisi dalam memecahkan masalah.

"Riset menunjukkan manusia enggan menambah kesulitan saat memecahkan masalah. Tampaknya manusia kini cenderung menggunakan ponsel cerdas sebagai alat bantu berpikir," kata Nathaniel Barr, peneliti dari Waterloo.

Dalam tiga studi, para peneliti mempelajari 660 partisipan dengan mengukur kemampuan kognitif, analisis, verbal, dan perhitungan mereka. Para peneliti juga mempelajari kebiasaan para partisipan menggunakan ponsel cerdas.

Para partisipan yang menunjukkan kemampuan kognitif dan keinginan berpikir secara analitis ternyata jarang memakai fungsi mesin pencari di smartphone mereka.

"Riset kami menunjukkan ada hubungan antara ketergantungan terhadap smartphone dan tingkat inteligensi rendah. Namun, apakah alat itu benar-benar menurunkan kecerdasan masih perlu diteliti lebih lanjut," kata Pennycook.

Menurut penelitian, tidak menggunakan pikiran dalam memecahkan masalah berdampak jelas terhadap penuaan. Barr mengatakan tren ketergantungan terhadap ponsel cerdas dan peranti sejenis bakal terus meningkat.

"Kita harus paham betul bagaimana smartphone memengaruhi psikologis manusia, sehingga terasa begitu sulit hidup tanpa alat-alat itu. Manusia sudah sampai di taraf itu," ujar Barr.

Sumber : tempo.co

Tag : smartphone
Editor : Yusuf Waluyo Jati

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top