Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Investasi 4G Besar, XL Minta Tarif Data Naik

PT XL Axiata Tbk mengaku siap berinvestasi untuk mengelar layanan long term evolution (LTE) atau yang dikenal dengan 4G pada frekuensi 1800 MHz. Perseroan mengusulkan perlu ada penyesuaian tarif data mengingat operator berinvestasi sangat besar untuk layanan data.
Thomas Mola
Thomas Mola - Bisnis.com 27 Januari 2015  |  21:09 WIB

Bisnis.com, JAKARTA-- PT XL Axiata Tbk mengaku siap berinvestasi untuk mengelar layanan long term evolution (LTE) atau yang dikenal dengan 4G pada frekuensi 1800 MHz. Perseroan mengusulkan perlu ada penyesuaian tarif data mengingat operator berinvestasi sangat besar untuk layanan data.

Direktur Utama PT XL Axiata Tbk Hasnul Suhaimi mengatakan perseroan siap menggelar layanan 4G pada frekuensi 1800 MHz karena layanan LTE pada frekuensi 900 MHz tidak mencukupi. Hingga sejauh ini Xl telah menggelar 4G di beberapa kota seperti Jakarta, Bogor, Yogyakarta, dan Medan.

“4G itu ada dua kemungkinan di 900 MHz dan 1800MHz. Untuk Jakarta misalnya tidak cukup di 900 MHz dan ada ruang di 1800 MHz dan kami siap berinvestasi dua kali lipat di situ,” ujarnya di Jakarta, Selasa, (27/1/2015).

Hasnul menjelaskan pada frekuensi 1800 MHz perseroan memiliki lebar pita yang lebih luas yakni sebesar 22,5 MHz, sementara pada frekuensi 900 MHz perseroan hanya memiliki 7,5 MHz. Jika perseroan mengantongi izin untuk menggelar 4G pada 1800 MHz maka perseroan akan menggelar layanan itu di seluruh Indonesia.

Adapun, operator lain yang memiliki pita frekuensi pada 1800 MHz ialah Telkomsel dengan lebar 22,5 MHz, Indosat 20 MHz, XL Axiata 22,5 MHz, dan Hutchison 3 Indonesia (Tri) 10 MHz. Sebelumnya, Kominfo telah berencana mengeluarkan izin untuk menggelar 4G pada frekuensi tersebut.

“Izin di 1800 MHz seperti rencananya tahun ini. Kami harapkan sudah bisa pada kuartal II atau kuartal III/2014,” imbuhnya.

Hasnul mengaku tidak khawatir dengan ekosistem perangkat 4G karena saat ini sudah banyak perangkat yang support untuk LTE. Selain itu, perseroan juga menyiapkan perangkat berbasis modem untuk tethering sehingga layanan 4G bisa diakses oleh ponsel pintar.

Dia melanjutkan pada tahun ini perseroan menyiapkan investasi untuk pengembangan infrastruktur sebesar Rp7 triliun. Dana itu bersumber dari kas internal dan sumber lainnya seperti pinjaman perbankan dan dari pasar modal.

Mengingat besarnya jumlah investasi operator, Hasnul berpendapat perlu ada penyesuaian tarif layanan data. Pasalnya, saat ini harga layanan data yang sangat murah sebagai akibat langsung dari banyaknya jumlah operator di Tanah Air.

“Harus ada keseimbangan antara investasi operator dan keuntungan yang diperoleh. Saat ini kelihatan bagus untuk pelanggan tetapi tidak untuk operator. Akibat jangka panjang pembangunan jaringan menjadi terbatas dan kualitas layanan tidak bagus,” jelasnya.

Hasnul menuturkan pada tahun ini perseroan mengincar kontribusi pendapatan berbasis layanan data meningkat 28% dibandingkan dengan tahun 2014. Hingga kuartal III/2014, pendapatan data perseroan tercatat sebesar Rp4,56 triliun atau tumbuh sebesar 42,94% (y-o-y).

Walaupun demikian, secara umum kinerja PT XL Axiata Tbk pada kuartal III/2014 masih mencatat kerugian sebesar Rp901 miliar. Kerugian itu disebabkan oleh peningkatan beban bunga dan akibat melemahnya nilai tukar rupiah.

Adapun, jumlah pelanggan XL tercatat sebanyak 58,3 juta. Dari jumlah itu sebanyak 53% merupakan pelanggan data dengan jumlah pelanggan yang menggunakan ponsel pintar sebanyak 14,6 juta. Anak usaha Axiata Group Berhad itu tercatat memiliki 49.682 BTS, termasuk 15.429 Node B.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

xl axiata 4g
Editor : Hendri Tri Widi Asworo

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper
To top