Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

2015, Huawei Targetkan Pendapatan US$56 Miliar

Huawei Technologies Co. Ltd. optimistis meraih pendapatan US$56 miliar pada 2015, naik 20,43% dibandingkan dengan pendapatan tahun lalu US$46,5 miliar.
Gloria Natalia Dolorosa
Gloria Natalia Dolorosa - Bisnis.com 25 Januari 2015  |  20:15 WIB
Pada 2014, Huawei mengalokasikan dana US6,5 miliar untuk riset dan pengembangan (R&D), meningkat 28% dari 2013.  - Bisnis.com
Pada 2014, Huawei mengalokasikan dana US6,5 miliar untuk riset dan pengembangan (R&D), meningkat 28% dari 2013. - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA – Huawei Technologies Co. Ltd. optimistis meraih pendapatan US$56 miliar pada 2015, naik 20,43% dibandingkan dengan pendapatan tahun lalu US$46,5 miliar.

Ren Zhengfei, pendiri Huawei, mengatakan Huawei belum menunjukkan tanda-tanda perlambatan pertumbuhan bisnis di tengah ketatnya persaingan di industri telekomunikasi.

"Saya prediksi perusahaan tetap tumbuh 20% dengan penjualan bisa mencapai US$56 miliar pada tahun ini," ujarnya lewat siaran pers yang diterima Bisnis.com, Minggu, (25/1/2015).

Meng Wanzhou, Chief Financial Officer Huawei, mengatakan salah satu kunci utama keberhasilan Huawei mempertahankan pertumbuhan bisnis yakni lewat investasi berkelanjutan untuk membangun keunggulan teknologi yang sesuai dengan tuntutan masa depan.

Pada 2014, Huawei mengalokasikan dana US$6,5 miliar untuk riset dan pengembangan (R&D), meningkat 28% dari 2013. Total investasi R&D selama 10 tahun terakhir sekitar US$30,1 miliar.

“Kami juga telah mengajukan 546 proposal untuk standar inti LTE ke 3GPP, sekitar 25% dari keseluruhan pengajuan proposal sejenis di seluruh dunia," ujar Meng.

Menurutnya, penguatan core values perusahaan mendasari stabilitas pertumbuhan bisnis global Huawei pada 2014. Perusahaan lebih berorientasi kepada konsumen, membina para karyawan yang berdedikasi, dan berkomitmen terhadap dedikasi.

Stabilitas pertumbuhan juga didasari implementasi transformasi manajemen dan organisasi yang terus-menerus. Tujuannya, menaikkan efisiensi serta  meningkatkan semangat dan inspirasi di seluruh organisasi.

“Pada 2025, jumlah jaringan di dunia diprediksi mencapai lebih dari 100 miliar dengan cakupan koneksi yang jauh lebih luas, seperti air dan udara,” ucap Meng.

Konektivitas yang luas dan big data akan mendorong revolusi industri baru dalam teknologi yang cerdas, mendorong modernisasi industri tradisional, dan membentuk ulang lanskap bisnis dan industri saat ini.

Tahun ini untuk pertama kalinya Huawei masuk ke dalam daftar Thompson Reuters untuk Top 100 Global Innovators. Huawei juga berada pada peringkat ke-94 dalam Interbrand's Top 100 Best Global Brands, menjadikannya sebagai perusahaan pertama yang berpusat di China yang masuk daftar global tahunan Interbrand.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

huawei huawei technologies
Editor : Fatkhul Maskur

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper
To top