Peneliti Orogon State University Ciptakan Pendeteksi Radiasi Untuk Individu

Sejak bencana bocornya reaktor nuklir Fukushima, Jepang pada 2011 lalu, ketakutan masyarakat terhadap radiasi meningkat tajam. Sayangnya, pendeteksian ada tidaknya radiasi ini biasanya membutuhkan alat canggih yang mahal.
Rezza Aji Pratama
Rezza Aji Pratama - Bisnis.com 16 Juli 2014  |  04:05 WIB
Peneliti Orogon State University Ciptakan Pendeteksi Radiasi Untuk Individu
Fasilitas Nuklir Fukushima. - yeppopo

Bisnis.com, JAKARTA - Sejak bencana bocornya reaktor nuklir Fukushima, Jepang pada 2011, ketakutan masyarakat terhadap radiasi meningkat tajam. Sayangnya, pendeteksian ada tidaknya radiasi ini biasanya membutuhkan alat canggih yang mahal.

Seperti dilansir dari Gizmag.com, hal inilah yang dilihat oleh para peneliti di Oregon State University. Mereka menciptakan alat pendeteksi radiasi yang diperuntukkan bagi individu. Perangkat yang diberi naa MiniSpec itu saat ini masih dalam tahap pengembangan.

MiniSpec ini sebenarnya merupakan miniatur dari spectrometer sinar gamma yang akan memberitahukan pengguna jika ada radiasi berbahaya. Para peneliti menggunakan detector sintilasi yang menggabungkan sensor cahaya dengan sintilator. Penggunaan komponen ini memungkinkan perangkat didesain mungil, tahan lama, ringan, hemat energi, dan dapat beroperasi di suhu kamar.

Beberapa model yang akan dipasarkan salah satunya untuk digunakan di sekitar rumah. Jika mendeteksi adanya radiasi dari tanah, granit atapun dinding beton, perangkat ini dapat mengirimkan data secara nirkabel sehingga bisa dipantau melalui Internet. Setelah dikomersialkan, MiniSpec diharapkan dijual di bawah US$150. 

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
radiasi nuklir

Editor : Fatkhul Maskur
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top