Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pebisnis Kritik Pemerintah Soal Pendaftaran Penyedia Konten Digital

Pelaku usaha mengkritik kinerja pemerintah yang dinilai lambat dalam memproses pendafaran penyedia konten.
Rezza Aji Pratama
Rezza Aji Pratama - Bisnis.com 23 Juni 2014  |  06:25 WIB
  Pemerintah akan menertibkan penyedia konten digital.  -
Pemerintah akan menertibkan penyedia konten digital. -

Bisnis.com, JAKARTA—Pelaku usaha mengkritik kinerja pemerintah yang dinilai lambat dalam memproses pendafaran penyedia konten.

Direktur Operasional Indonesian Mobile and Online Content Provider (Imoca) Tjandra Tedja mengatakan batas waktu yang diberikan Kementerian Komunikasi dan Informatika adalah 6 Agustus 2014.

Namun, dari 50 anggota Imoca sampai saat ini belum ada satu pun penyedia konten yang berhasil mendapatkan izin uji laik operasi (ULO). Padahal, batas waktu ini juga sudah diperpanjang dari sebelumnya pada Februari.

 “Saat ini baru ada 2 penyedia konten yang baru dapat izin prinsip,” ujarnya kepada Bisnis, Minggu (22/6/2014).

Tjandra mengatakan sebelumnya pemerintah rajin menyerukan kepada penyedia konten untuk melakukan pendaftaran ulang. Hal ini dilakukan untuk menertibkan penyedia konten agar tidak merugikan konsumen. Namun, ketika semua penyedia konten sudah mengajukan izin, Tjandra mengatakan respons dari pemerintah sangat lambat.

Beberapa penyedia konten memang telah dipanggil oleh Kementerian Kominfo untuk melengkapi berkas administrasi. Namun, setelah itu belum ada kelanjutannya. Tjandra juga pesimistis pemerintah bisa menyelesaikan pendaftaran ini dalam sisa waktu 2 bulan. Kendati proses pendaftaran belum rampung, bisnis penyedia konten tetap berjalan seperti biasa. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

internet kontendigital
Editor : Setyardi Widodo
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top