Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Telkom Tambah 15.000 Jaringan Broadband Baru

Telkom dalam tahun ini akan merealisasikan penambahan tak kurang 15.000 jaringan broadband baru dari yang ada saat ini sebanyak 35.000 jaringan.
M. Sofi’I
M. Sofi’I - Bisnis.com 23 April 2014  |  19:42 WIB

Bisnis.com, MALANG - Telkom dalam tahun ini akan merealisasikan penambahan tak kurang 15.000 jaringan broadband  baru dari yang ada saat ini sebanyak 35.000 jaringan.

Direktur Sales Telkomsel, Mas`ud Khamid, mengatakan penambahan broadband tersebut untuk menjawab tuntutan pasar yang masuk ke segmen youth. Sehingga bisnis pada tahun depan harus ditunjang dengan aplikasi konten.
 
“Jaringan broadband tersebut juga akan mendukung keberadaan based transceiver station (BTS) kami yang mencapai 70.000 unit,” kata Mas`ud Rabu (23/4/2014).
 
Pembangunan jaringan broadband tersebut juga merupakan kesiapan Telkomsel di bidang teknologi Long Term Evolution (LTE) yang sukses diujicobakan pada forum APEC di Bali belum lama ini dimana penggunanya diantaranya dari Amerika Serikat (AS), China, dan Korea Selatan (Korsel).
Sehingga jika nantinya pihak regulator bakal menerapkan LTE, Telkomsel sudah siap. Karena penyiapan telah dilakukan Telkomsel sejak dini dengan membentuk tim khusus.
 
Terkait dengan bisnis Code Division Multiple Access CDMA atau Flexi, Telkomsel juga menunjukkan kesiapannya. Bahkan jika nantinya CDMA bakal beralih ke GSM, pihaknya juga siap menampung operator CDMA lainnya.
 
“Migrasi ini bukan kemauan kami, karena pihak vendor sudah tidak memroduksi lagi. Dan kami sudah siap bermigrasi melalui kartu AS CDMA dan sudah kita ujicobakan bulan lalu,” jelas dia.
 
Kalau pun saat ini masih bisa on, hal itu tidak terlepas dari faktor kanibal piranti yang masih ada. Misalkan di Ternate Maluku Utara Telkomsel memiliki 10 BTS. Karena pengguna di sana sedikit, maka BTS yang ada itu bisa digunakan atau dialihkan untuk keperluan di daerah lain yang penggunanya banyak.
 
Dalam hal ini positioning Telkomsel dalam bisnis tersebut bagaimana selalu mengupayakan sparepart untuk selalu ada terus kendati melalui sistem kanibal agar bisa terus on.
 
“Kita memaksimalkan keberadaan infrastruktur yang ada seperti di Ternate misalnya untuk keperluan konsolidasi di Jawa sebagai cadangan sparepart karena pihak produsen sudah tidak memroduksi lagi,” ujarnya.
 
Nantinya migrasi tersebut akan ditandai dengan pergantian pesawat GSM. Dan  dalam hal ini Telkomsel sudah siap. Termasuk untuk menampung pengguna CDMA dari operator lainnya.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

telkom
Editor : Martin Sihombing

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top