Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

KKIP Khawatir Dana Pembuatan Kapal Selam Terlambat

Komite Kebijakan Industri Pertahanan Zilmi Karim mengkhawatirkan dana penyertaan modal negara (PMN) kepada PT PAL untuk pembuatan kapal selam akan terlambat cair.
Nadya Kurnia
Nadya Kurnia - Bisnis.com 19 Februari 2014  |  16:48 WIB
KKIP Khawatir Dana Pembuatan Kapal Selam Terlambat
Contoh kapal selam - Reuters
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA--Juru Bicara Komite Kebijakan Industri Pertahanan Zilmi Karim mengkhawatirkan dana penyertaan modal negara (PMN) kepada PT PAL untuk pembuatan kapal selam akan terlambat cair.

Menanggapi keraguan anggota DPR mengenai ketepatan waktu PT PAL menyediakan sarana dan prasarana persyaratan dari pihak Korea Selatan untuk pembuatan kapal, Karim yakin PT PAL dapat memenuhi persyaratan sesuai tenggat waktu.

"KKIP mengawasi agar schedule itu tidak meleset. Yang kita khawatirkan sebenarnya bukan PT PAL, tapi schedule cairnya dana pembangunan fasilitas untuk PT PAL," jelasnya saat ditemui di Kementerian Pertahanan RI, Jakarta, Rabu (19/02/2014)

Menurut Karim PT PAL telah mulai membangun fasilitas persyaratan pembuatan kapal selam sejak 2012. Sehingga dirinya yakin PT PAL dapat memenuhi persyaratan sesuai waktu, yaitu November 2014.

Seperti diberitakan, pemerintah telah setuju untuk mulai memberdayakan industri pertahanan negara. Pada senin lalu Komisi 1 DPR dan pemerintah telah memutuskan untuk memberikan dana sebesar Rp 2,5 triliun kepada PT PAL untuk pembuatan kapal selam.

Kapal selam yang akan dibuat adalah Changbogo Class. Untuk pembuatan kapal ini Indonesia bekerja sama dengan Daewoo Shipbuilding Marine Engineering. Dana pembuatan kapal direncanakan akan cair pada April mendatang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kapal ikan
Editor : Ismail Fahmi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Terpopuler

back to top To top