MICROSOFT Bidik UKM lewat New Office 365

BISNIS.COM, JAKARTA--Microsoft membidik segmen komersial khususnya Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Indonesia melalui layanan komputasi awan yang terintegrasi pada New Office 365.
Febrany D. A. Putri
Febrany D. A. Putri - Bisnis.com 14 Maret 2013  |  16:21 WIB

BISNIS.COM, JAKARTA--Microsoft membidik segmen komersial khususnya Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Indonesia melalui layanan komputasi awan yang terintegrasi pada New Office 365.

Presiden Direktur Microsoft Indonesia Andreas Diantoro menyebutkan Office 365 yang terintegrasi dengan layanan komputasi awan telah agresif dipasarkan di Indonesia sejak 2 tahun silam.

Meski demikian, Andreas menilai pasar komersial Indonesia pada tahun ini akan semakin membutuhkan layanan komputasi awan dengan berkembangnya bring your own device (BYOD), media sosial, dan jaringan Internet.

"Layanan ini sudah lebih dulu diterapkan oleh perusahaan besar seperti di sektor finansial. Namun, di Indonesia, potensi pasar UKM lebih besar dibandingkan perusahaan besar. Oleh karena itu, kami menyediakan pilih bagi UKM," kata Andreas di sela-sela temu media Microsoft Cloud Summit 2013, Kamis (14/3/2013).

Adapun, sepanjang tahun lalu jumlah pengguna Office 365 dari segmen UKM secara global tumbuh sebesar 150% dibandingkan dengan 2011. Meski demikian, Andreas enggan menyebutkan berapa jumlah pelanggan Office 365 di Indonesia.

Sebelumnya, Microsoft merilis Office 365 untuk segmen komersial pada Juni 2012. Namun, melalui New Office 365, perusahaan mendapatkan fitur sosial seperti Sharepoint dan Yammer serta Lync-Skype.

Fitur sosial terset akan diintegrasikan pada Juni tahun ini. New Office 365 telah tersedia di 69 negara dalam 17 bahasa. Pada kuartal II/2013, Microsoft akan menambah ketersediaannya di 20 negara dan 16 bahasa tambahan.

Microsoft menyediakan pilihan Office 365 yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan bisnis perusahaan. Ada dua pilihan, yakni Office 365 Midsize Business, dan Office 365 Small Businss Premium.

Office 365 Midsize Business menyasar perusahaan menengah dengan jumlah karyawan 10 hingga 250 orang.

Layanan ini mencakup Office 365 ProPlus dan layanan komunikasi perusahaan seperti Exchange Online, Lync Onine dan Share Point Online.

Adapun layanan ini juga termasuk integrasi dengan Active Directory melalui konsol administratif berbasis web dan dukungan teknis melalui telepon. Layanan ini dibanderol US$180 untuk satu perusahaan selama 1 tahun.

Adapun Office 365 ProPlus merupakan paket lengkap berbagai peranti lunak besutan Microsoft seperti Word, Excel, PowerPoint, OneNote, Outlook, Publisher, InfoPath, dan Access.

Paket ini memiliki lisensi yang dapat digunakan untuk maksimum lima perangkat.

Layanan ini dapat didapatkan terpisah seharga US$144 untuk satu pengguna selama 1 tahun. Layanan ini juga bisa didapatkan melalui layanan Office 365 Enterprise yang menyasar perusahaan besar.

Sementara itu, untuk UKM, ada Office 365 Small Business Premium untuk perusahaan dengan karyawan satu hingga 10 orang.

Layanan ini dilengkapi fasilitas email bisnis, kalender bersama, perangkat pengelolaan situs, dan fitur konferensi video high definition (HD).

Layanan ini dibanderol US$150 untuk satu perusahaan selama 1 tahun.  (ra)

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
ukm, microsoft, andreas diantoro, office 365

Editor : Others

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top