REVIEW TELEKOMUNIKASI: Sekilas mengenai operator di Indonesia

JAKARTA: Jumlah operator telekomunikasi di Indonesia termasuk yang terbanyak di dunia, yaitu mencapai 10 perusahaan.
Lingga Sukatma Wiangga | 10 April 2012 01:10 WIB

JAKARTA: Jumlah operator telekomunikasi di Indonesia termasuk yang terbanyak di dunia, yaitu mencapai 10 perusahaan.

 

Namun dari jumlah tersebut, bisa dibilang terdapat enam operator terbesar, yaitu Telkom, Telkomsel, Indosat, XL Axiata, Bakrie Telecom, dan Smartfren.

 

Telkom

  • Telkom mencatat jumlah pelanggan wireline (telepon kabel) pada 2011 mencapai 8,6 juta, naik 3,6% dibanding 2010 yang mencapai 8,30 juta. Jumlah pelanggan Flexi pada 2011 mencapai 14,24 juta, turun 21,60% dibanding 2010 yang mencapai 18,16 juta.
  • Terkait dengan pelanggan broadband, jumlah pelanggan Speedy pada 2011 mencapai 1,79 juta, naik 8,5% dibanding 2010 yang mencapai 1,65 juta.
  • Jumlah BTS Flexi saat ini mencapai 6.838 unit BTS Flexi, di mana 1.123 unit diantaranya merupakan  BTS Flexi berteknologi EVDO.
  • Telkom berencana meluncurkan satelit Telkom-3 yang dilaksanakan pada akhir semester I tahun 2012.  Investasi yang dibelanjakan perseroan untuk membangun hingga meluncurkan Satelit Telkom-3 tersebut mencapai US$200 juta. Satelit Telkom-3 memiliki 42 transponder, terdiri atas 24 transponder masing-masing 36MHz Standart C-band, 8 transponder 54 MHz Ext. C-band, 4 transponder masing-masing 36 MHz, dan 6 transponder berkapasitas 54 MHz Ku-Band. Adapun cakupan geografis layanan Satelit Telkom-3 mencakup Standart C-band (Indonesia dan ASEAN), Ext. C-band (Indonesia dan Malaysia) serta Ku-Band (Indonesia).
  • Di segmen WiMax, Telkom menyatakan mundur dari penyelenggaraan WiMax tanpa alasan yang jelas, dan sudah mengembalikan frekuensi BWA-nya di pita 2,3 GHz. Mundurnya Telkom diduga langkah pemerintah yang mengganti teknologi dari 16d ke netral di mana hal itu menyalahi dokumen tender.
  • BUMN telekomunikasi ini juga menjajagi untuk mengakuisisi StarOne setelah sebelumnya gagal merger dengan Esia.
  • Telkom juga ingin menjadikan Flexi sebagai anak perusahaan tersendiri seperti Telkomsel, dan saat ini baru dipisah sebagai unit bisnis mandiri.
  • Telkom masih menyimpan masalah kode akses dengan Indosat, di mana hal itu baru dibuka di Balikpapan. Masalah interkoneksi panggilan tetap dengan sejumlah operator BWA terutama Esia juga banyak yang belum beres.

 

Telkomsel

  • Telkomsel saat ini memiliki 42.623 unit BTS di mana 9.509 unit diantaranya merupakan BTS 3G.
  • Hingga akhir tahun lalu, jumlah pelanggan Telkomsel adalah 129,86 juta, naik 7,8% dibandingkan 2010 yang mencapai 120,47 juta.  Jumlah pelanggan Flash pada 2011 mencapai 5,53 juta, dan jumlah pelanggan BlackBerry mencapai 3,15 juta, naik 226,4% dibanding 2010 mencapai 966.000.
  • Telkomsel tengah mengincar kanal 3G ke-3 di kanal 11 dan 12 pita 1.900 MHz. Operator itu juga sangat berambisi untuk menggelar LTE di pita 3G.
  • Anak usaha Telkom tersebut yang memenangkan USO di hampir seluruh zona juga punya kesempatan menggelar layanan BWA di desa tersebut.
  • Telkomsel tengah terlibat masalah pencurian pulsa hingga sejumlah pejabatnya diperiksa bahkan ada yang sudah dijadikan tersangka. Telkomsel juga mendapat desakan dari content provider setelah operator itu menahan jatah pembayaran CP hingga 8 bulan.
  • Telkom, selaku induknya yang dari Indonesia menjajagi pembelian saham SingTel di Telkomsel agar bisa mebguasai sepenuhnya operator seluler itu.

 

Indosat

  • ARPU Indosat 2011 berada di kisaran Rp 28.400 per bulan dengan jumlah pelanggan yang mencapai 51,7 juta hingga akhir 2011, pelanggan IM3 mencapai 70 %.
  • Baru-baru ini PT Indosat Tbk (ISAT) menggandeng PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) dan anak perusahaan PT Solusi Menara Indonesia untuk penjualan dan penyewaan kembali 2.500 menara.
  • Indosat yang menelantarkan layanan jaringan tetap Star One-nya disebut-sebut ingin menjualnya apabila regulasi telekomunikasi memungkinkan hal itu.
  • Indosat kurang tertarik memperebutkan kanal 11 dan 12 di pita 3G, apalagi ada masalah menyangkut penggunaan frekuensi 3G oleh anak usahanya, IndosatM2 yang dipersoalkan Kejaksaan Agung atas pelaporan Denny AK. Saat ini, seorang pejabat IM2 bahkan sudah berstatus tersangka.

 

XL Axiata

  • Pada 2011, jumlah pelanggan data XL Axiata sebesar 25 juta pelanggan.
  • Dalam kasus pencurian pulsa, Presdir XL Hasnul Suhaimi turut diperiksa Mabes Polri sebagai saksi.
  • XL menyatakan ketertarikannya untuk mendapatkan kanal ke-3 pita 3G, diantaranya memperebutkan kanal 11 dan 12 yang masih kosong.
  • Operator tersebut juga berulangkali menyatakan minatnya untuk mendapatkan lisensi sambungan langsung internasional (SLI).
  • XL menjalin kerja sama dengan Axis dalam penggunaan mobile virtual network operation.
  • XL masih mencari pembeli untuk 7.000 menaranya karena hingga kini belum menemukan pembeli dengan harga penawaran yang diinginkan perseroan.

 

Bakrie Telecom

  • Hingga kuartal III 2011 lalu jumlah pelanggan Esia mencapai 14,4 juta orang.
  • BTEL merealisasikan penggabungan usaha brand operator CDMA Esia dengan Ceria milik PT Sampoerna Telekomunikasi Indonesia (STI).
  • Saat ini, BTEL termasuk operator dengan lisensi terlengkap, termasuk lisensi seluler yang masih menunggu ketetapannya oleh Menkominfo.
  • Kendala ketersediaan penomoran masih menghantui operator itu, terutama dalam rangka ekspansinya ke sejumlah daerah.
  • BTEL juga masih memiliki masalah pembukaan interkoneksi SLJJ dan SLI nya dengan operator jaringan tetap lainnya.

 

Smartfren

  • Kemenkominfo masih mempermasalahkan penggantian nama Mobile-8 jadi Smartfren, terutama menyangkut soal kepemilikan frekuensi. Hingga saat ini Kemenkominfo masih menyebutnya sebagai Mobile-8 Telecom.
  • Smartfren yang juga menelantarkan layanan FWA-nya, Hepi, terancam tercabut lisensinya.
  • Operator itu juga harus menanggung beban utang BHP anak usahanya, Smart Telecom yang besarannya sudah melebihi Rp1 triliun.
  • Belum lagi persoalan interferensi pancaran Smart Telecom di pita 3G, di mana butuh investasi tambahan yang lumayan besar untuk pengadaan filter.
  • Akuisisi Mobile-8 oleh Sinar Mas Grup memunculkan tudingan kurang sedap, terutama menyangkut masalah monopoli atau kepemilikan silang dengan Smart Telecom.

 

Tag :
Editor : Lingga Sukatma Wiangga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top