PHK MASSAL: Yahoo pecat 2.000 karyawan

SAN FRANCISCO: Yahoo! Inc, portal web terbesar di Amerika Serikat, memangkas sekitar 2.000 pekerja, atau 14% dari total tenaga kerja.Pemutusan hubungan kerja ini dilakukan untuk memangkas biaya dan mempercepat Yahoo mengubah haluan bisnis.Yahoo menyatakan
News Editor
News Editor - Bisnis.com 05 April 2012  |  09:59 WIB

SAN FRANCISCO: Yahoo! Inc, portal web terbesar di Amerika Serikat, memangkas sekitar 2.000 pekerja, atau 14% dari total tenaga kerja.Pemutusan hubungan kerja ini dilakukan untuk memangkas biaya dan mempercepat Yahoo mengubah haluan bisnis.Yahoo menyatakan langkah ini akan menghemat sekitar US$375 juta setiap tahun. Yahoo yang memiliki 14.100 karyawan penuh-waktu pada akhir tahun lalu itu berharap mencatat biaya sebelum pajak sebesar US$125 juta hingga US$145 juta pada kuartal II.Scott Thompson yang menduduki posisi CEO pada Januari 2012 mereorganisasi kinerja untuk meningkatkan keuntungan dan membalikkan kondisi kemerosotan penjualan.Kegagalan Yahoo untuk mengikuti Facebook dan Google di iklan online dan media sosial telah menyebabkan pergolakan manajemen, termasuk keluarnya Chairman Roy Bostock dan co-founder Jerry Yang serta pemecatan Carol Bartz sebagai CEO.Benjamin Schachter, analis di Macquarie Securities USA Inc di New York, menilai Thompson akan mengubah Yahoo secara radikal.Kemungkinan pemutusan hubungan kerja akan terus terjadi dan perusahaan akan sangat selektif dalam mempekerjakan orang."Scott Thompson bukan orang yang  mengambil pekerjaan ini untuk memangkas duri dan hanya mendorong cash flow tanpa berinvestasi di daerah baru. Dia melihat sesuatu yang dapat mengubah haluan bisnis," kata Schachter.Dalam sebuah pernyataan, Thompson menulis tindakan hari ini merupakan langkah penting ke tahap berikutnya. Yahoo baru lebih kecil, gesit, lebih menguntungkan, dan lebih siap untuk berinovasi secepat kebutuhan pelanggan."Kami sedang mengintensifkan upaya pada bisnis inti kami dan menyebarkan ulang sumber daya untuk prioritas yang paling mendesak,” tulisnya.Menurut surat yang dikirim ke karyawan, Thompson berencana fokus pada media, komunikasi, data yang dapat membantu pengiklan memasarkan produk ke pengguna, dan teknologi yang mendukung berbagai bisnis inti. (Bloomberg/Gloria Natalia/Bsi)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Newswire

Editor : Puput Jumantirawan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top