Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Migrasi sistem Smart Telecom dan Mobile-8 rampung

JAKARTA: Operator telekomunikasi Smartfren menyelesaikan proyek business support system (BSS) dan value added service (VAS) sebagai solusi migrasi layanan pascamerger antara PT Smart Telecom dan PT Mobile-8.
News Editor
News Editor - Bisnis.com 28 Juni 2011  |  10:23 WIB

JAKARTA: Operator telekomunikasi Smartfren menyelesaikan proyek business support system (BSS) dan value added service (VAS) sebagai solusi migrasi layanan pascamerger antara PT Smart Telecom dan PT Mobile-8.

CEO Smartfren Rudolfo Pantoja mengatakan dengan terjadinya merger Smart Telecom dan Mobile-8,perseroan membutuhkan solusi baru dalam mengelola sistem operasional, terutama terkait dengan billing system secara terintegrasi.Menurut dia, dalam pelaksanaan proyek itu Smartfren menunjuk ZTE untuk membantu penggabunganlayanan dan pelanggan melalui platform BSS dan VAS. Solusi BSS dari ZTE sendiri termasuk OCS, CRM, layanan prabayar dan pascabayar terintegrasi.Setelah menandatangani kerjasama pada Juni 2010, ZTE dan Smartfren mulai melakukan migrasi layanan dan pelanggan, yang diselesaikan pada 10 Oktober 2010, sedangkan migrasi jaringanMobile-8 dilakukan pada 20 Desember. Secara keseluruhan proyek ini dirampungkan dalam kurun 12 bulan, di mana waktu tersebut tercatat sangat cepat dalam dunia telekomunikasi, mengingat berbagai kesulitan yang dialami dalampenggabungan dua sistem yang berbeda.Guna memberikan layanan yang lebih efektif dan efisien kepada pelanggan, Smartfren berinisiatifmenggabungkan BSS dan VAS antara Smart dan Mobile-8 yang sebelumnya berdiri sendiri. Solusi ini memungkinkan pelanggan kami sekitar 7 juta menikmati layanan dengan kualitas lebih baik, ujarnya, hari ini.Managing Director ZTE Indonesia Chen Jiang menuturkan dalam proyek ini pihaknya berhasil mengatasi berbagai kendala teknis untuk menggabungkan dua sistem yang berbeda menjadi satu. ZTE juga telah menciptakan beberapa rekor baru, seperti waktu terpendek dalam penginstalanperangkat, waktu terpendek dalam proses debug atau pengecekan kerusakan sistem dan perangkat, serta waktu terpendek dalam pengujian perangkat, terangnya.

Tingkatkan daya saing

Chief Technology Officer Smartfren Merza Fachys menyatakan penyelesaian migrasi BSS dan VAS tersebut merupakan langkah yang harus ditempuh untuk dapat bersaing dalam industri seluler di Indonesia yang sangat ketat.Platform BSS dan VAS yang telah diselesaikan melalui solusi ZTE ini diharapkan bisa memudahkan Smartfren dalam mengelola sistem operasional dan bisnis, terutama dalam penagihan kepada pelanggan.Proyek ini memang sangat singkat, kami tidak boleh membuang waktu karena kompetisi seluler di Indonesia sangat ketat. Apalagi Smartfren masih menjadi pemain kecil di industri telekomunikasi, jika dibandingkan dengan operator lain yang sudah beroperasi lebih dulu, katanya.Merza mengungkapkan kecepatan penyelesaian proyek ini bisa terwujud karena Smartfren belum membutuhkan sistem berkapasitas sangat besar, mengingat jumlah pelanggan yang tercatat sekitar 7 juta pelanggan.Agar kami bisa bersaing dengan operator lain yang lebih besar, kami harus selangkah lebih maju. Tetapi itu hanya bisa dilakukan kalau kami memiliki platform yang memadai, yaitu solusi BSS dan VAS. Solusi ini juga bisa membantu kami menyingkat waktu dalam meluncurkan produk baru, tuturnya. (sut)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Sutarno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top