Medsos Elon Musk (X) Perlahan Tiru TikTok-YouTube, Ini yang Dilakukan

Muhammad Diva Farel Ramadhan
Senin, 23 Februari 2026 | 12:40 WIB
Logo X di kantor pusat Twitter, San Fransisco, AS - Twitter @elonmusk.
Logo X di kantor pusat Twitter, San Fransisco, AS - Twitter @elonmusk.
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — Platform media sosial X baru saja memperkenalkan fitur pemutar video berformat vertikal di aplikasi iOS. Platform media sosial milik Elon Musk itu memperhatikan pola pengguna dalam mengakses video telah berubah.

Kepala Produk X Nikita Bier menyampaikan pemutar video versi sebelumnya sangat membutuhkan penyegaran antarmuka secara menyeluruh. 

Kebutuhan tersebut mendorong manajemen untuk menyelaraskan platform dengan standar tren distribusi video digital yang ada di pasar saat ini.

Antarmuka baru ini memberikan kapabilitas bagi pengguna untuk memperluas video menjadi mode layar penuh melalui satu ketukan sederhana. 

Penonton juga dapat scroll layar ke arah atas untuk beralih ke video berikutnya secara mulus. Format yang sangat identik dengan platform kompetitor seperti TikTok.

Keputusan strategis manajemen X untuk mengadopsi format potret didorong oleh pergeseran perilaku konsumen seluler secara global. Menurut data riset dari MOVR Mobile, sekitar 94% dari total penggunaan ponsel pintar sehari-hari kini beroperasi dalam orientasi vertikal.

Pada saat yang sama, kehadiran video berformat pendek telah secara fundamental mengubah ekspektasi tontonan dari masyarakat luas. Sebagai perbandingan, YouTube menyatakan fitur video pendek Shorts kini telah sukses menjangkau lebih dari 2 miliar pengguna aktif.

Meta juga telah melaporkan adanya peningkatan berkelanjutan pada metrik waktu yang dihabiskan pengguna di dalam ekosistem Reels mereka. 

Tren adopsi format vertikal ini bahkan mulai menjangkau layanan streaming video premium, dengan Disney+ menjadi platform terbaru yang bereksperimen menguji umpan video vertikal untuk penayangan klip film.

Memperkuat temuan pergeseran industri tersebut, laporan "State of Mobile" dari Data.ai berulang kali menyoroti bahwa durasi pengguna di dalam aplikasi video dan media sosial masih terus mengalami perluasan. 

Laporan itu menegaskan bahwa umpan antarmuka yang dapat discroll tetap menjadi salah satu mesin pertumbuhan operasional yang paling dapat diandalkan oleh perusahaan teknologi.

Dengan menetapkan opsi bawaan pemutar layar penuh yang imersif, X secara agresif menyelaraskan platformnya dengan format pendukung pertumbuhan bisnis. 

Orientasi teknis tersebut terbukti mampu mendorong sesi penggunaan terpanjang dan penayangan ulang tertinggi di kalangan audiens.

Kendati manajemen menargetkan pertumbuhan keterlibatan audiens, implementasi pembaruan tersebut memicu kritik keras dari sejumlah pengguna. Pembaruan antarmuka dinilai bersifat memaksa karena mengonversi semua tayangan video ke dalam layar penuh yang terpotong.

Kondisi pemotongan visual dinilai merugikan pengguna karena menghilangkan opsi untuk melihat konten multimedia dalam rasio aspek aslinya. 

Menyikapi hal tersebut, Bier mengonfirmasi bahwa format potret tetap menjadi orientasi yang paling ideal bagi visi perusahaan ke depan.

"Maaf, tetapi memotong video mendorong orang untuk mengunggah video berbentuk persegi. Kami adalah perusahaan seluler," kata Nikita Bier dalam tanggapannya kepada pengguna di platform X, dikutip dari Senin (23/2/2026).

Lebih lanjut, Bier turut memberikan isyarat mengenai peluncuran lebih banyak pembaruan berbasis video di masa mendatang. Dia menegaskan bahwa X sedang melipatgandakan ambisi mereka di sektor distribusi video digital.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini di sini:

Add Bisnis.com as a preferred source on Google
Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Topik-Topik Pilihan

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami