Pendapatan Telkom (TLKM) Tumbuh, Bisnis Seluler dan Wholesale Kompak Naik

Leo Dwi Jatmiko
Jumat, 19 April 2024 | 08:04 WIB
BTS Telkom yang menggunakan sumber energi ramah lingkungan melalui teknologi fuel cell. istimewa
BTS Telkom yang menggunakan sumber energi ramah lingkungan melalui teknologi fuel cell. istimewa
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) mencetak pendapatan sebesar Rp37,42 triliun pada kuartal I/2024 atau naik 3,6% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu yang sebesar Rp36,09 triliun. Bisnis mobile, konsumer dan wholesale Telkom kompak mengalami pertumbuhan. 

Untuk bisnis seluler atau mobile, Telkom membukukan pendapatan sebesar Rp21,09 triliun, naik 2,2% year on year (YoY). Telkom melalui anak usahanya di bidang seluler, Telkomsel, mengejar pertumbuhan sehat dengan membidik pelanggan berkualitas dalam beberapa tahun terakhir. 

Pada Desember 2023, tercatat jumlah pelanggan seluler Telkom mencapai 159,34 juta dengan rerata pendapatan per pengguna (ARPU) yang dibukukan perusahaan sebesar Rp47.500, naik 7,5% YoY. 

Kemudian untuk bisnis wholesale dan internasional, Telkom membukukan pendapatan sebesar Rp4,73 triliun, naik 16,04% YoY. Segmen ini mengalami pertumbuhan tertinggi di Telkom pada kuartal I/2024. Bisnis wholesale dan internasional Telkom meliputi bisnis menara, infrastruktur hingga data center. 

Pertumbuhan juga terjadi di bisnis konsumer, Telkom membukukan pendapatan sebesar Rp6,86 triliun, naik 2,7% YoY.  Bisnis konsumer Telkom berasal dari IndiHome, yang pada tahun lalu telah dialihkan ke Telkomsel. Pada 2023, IndiHome memiliki total pelanggan sebesar 10,04 juta, bertambah 9,1% YoY. 

Sementara itu untuk bisnis enterprise, Telkom sedikit melandai. Telkom membukukan pendapatan enterprise sebesar Rp4,46 triliun pada kuartal I/2024, sedikit lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun lalu, yang sebesar Rp4,49 triliun. Telkom mengandalkan Indibiz untuk mendorong pendapatan enterprise dari pasar pemerintahan, swasta hingga UMKM. 

Sayangnya, pertumbuhan pendapatan yang dibukukan belum mampu mengangkat laba perusahaan. Laba bersih Telkom pada 3 bulan pertama 2024 turun menjadi Rp6,05 triliun dari periode yang sama di tahun sebelumnya Rp6,42 triliun.

Total biaya dan beban TLKM meningkat menjadi Rp26,42 triliun di kuartal I/2024, dari sebelumnya sebesar Rp24,65 triliun pada kuartal I/2023. 

TLKM mencatatkan laba usaha sebesar Rp11 triliun sepanjang kuartal I/2024, turun 3,7% dibandingkan kuartal I/2023 sebesar Rp11,43 triliun. 

Penulis : Leo Dwi Jatmiko
Editor : Leo Dwi Jatmiko
Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Topik-Topik Pilihan

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper