KPPU Singapura Sorot Potensi Penjualan Foodpanda ke Grab

Redaksi
Selasa, 2 April 2024 | 05:00 WIB
Logo angkutan online Grab/Reuters-Edgar Su
Logo angkutan online Grab/Reuters-Edgar Su
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Komisi Persaingan dan Konsumen Singapura atau Competition and Consumer Commission of Singapore (CCCS) melakukan investigas atas potensi penjualan bisnis Foodpanda milik Delivery Hero ke Grab Holdings. KPPU-nya Singapura itu khawatir terciptanya persaingan tidak sehat dari aktivitas tersebut. 

Delivery Hero, perusahaan multinasional pemesanan makanan online dan pengiriman makanan asal Jerman, sedang berupaya mendivestasikan bisnis foodpanda-nya di beberapa pasar Asia Tenggara. 

Melansir dari Reuters Senin (1/4/2024), Grab yang berbasis di Singapura bisa menjadi pembeli potensial pada September 2023 lalu.

Menurut laporan riset perusahaan Momentum Works, Grab dan foodpanda mendominasi sekitar 91% pasar pengiriman makanan di Singapura, dengan nilai pasar mencapai US$2,5 miliar atau Rp 39,7 triliun. Grab sendiri memiliki pangsa pasar sebesar 63%.

Namun CCCS berhenti menyelidiki hal ini dikarenakan pada 21 Februari 2024, Delivery Hero mengonfirmasi bahwa pihaknya telah menghentikan negosiasi dengan mitra mengenai potensi penjualan bisnis foodpanda di pasar Asia Tenggara tertentu yang mencakup Singapura, Malaysia, Filipina, Thailand, Kamboja, Myanmar, dan Laos.

CEO dan Co-Founder Delivery Hero, Niklas Östberg mengatakan bahwa penghentian perundingan tersebut diambil secara matang dan dia masih yakin bahwa kawasan tersebut masih menguntungkan bagi Delivery Hero.

"Kami yakin kawasan ini masih memiliki posisi yang kuat untuk mendorong pertumbuhan yang menguntungkan dalam skala besar. Keputusan untuk menghentikan perundingan setelah diskusi berbulan-bulan diambil setelah mempertimbangkan secara matang," ujarnya dalam laman resmi Delivery Hero dikutip Senin (1/4/2024).

Dalam keterangannya, Delivery Hero hanya akan melanjutkan negosiasi di mana dapat menciptakan nilai bagi pemegang saham dengan tingkat kepastian yang tinggi. 

Delivery Hero juga terus menerapkan kebijakan investasi yang disiplin dengan tujuan memaksimalkan pertumbuhan yang menguntungkan dan generasi Free Cash Flow dalam operasinya.

Panduan keuangan tahunan Delivery Hero pada 2024, yang diberikan bersama dengan Pembaharuan Perdagangan kuartal keempat 2023, tidak mencakup aktivitas Merger & Acquisitions apa pun. 

Oleh karena itu, pengumuman ini tidak memiliki dampak pada panduan perusahaan yang ditetapkan untuk 2024 atau ekspektasi Free Cash Flow untuk jangka menengah, menurut perusahaan tersebut.

Delivery Hero telah menjadi platform pengiriman makanan terkemuka di dunia, melayani di lebih dari 70 negara di Asia, Eropa, Amerika Latin, Timur Tengah, dan Afrika.  Perusahaan ini mulai sebagai layanan pengiriman makanan pada tahun 2011 dan saat ini menjalankan platform pengiriman sendiri di empat benua. (Muhammad Diva Farel Ramadhan)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini di sini:

Penulis : Redaksi
Editor : Leo Dwi Jatmiko
Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Topik-Topik Pilihan

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper