Mimpi Selangit Prabowo, dari Kebon Singkong hingga Bangun Kota Virtual

Crysania Suhartanto, Leo Dwi Jatmiko
Rabu, 29 November 2023 | 09:00 WIB
JPMorgan berada pada dunia metaverse yang mulai ditinggalkan beberapa raksasa teknologi global/JP Morgan
JPMorgan berada pada dunia metaverse yang mulai ditinggalkan beberapa raksasa teknologi global/JP Morgan
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Pasangan calon presiden (capres) dan wakil presiden (cawapres) Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming memiliki mimpi yang tinggi dalam membangun Indonesia. 

Setelah berencana membangun food estate lahan singkong, Prabowo memiliki angan-angan selangit membangun kota virtual metaverse, yang tengah ditinggalkan perusahaan teknologi global.  

Dalam Indonesia Digital Summit, Selasa (28/11/2023), Dewan Pakar Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran Budiman Sudjatmiko mengatakan Prabowo akan membuat 10 kota inovatif yang berbasis metaverse.

Masing-masing kota akan dilengkapi dengan listrik EBT, internet 5G, data center, LRT, sungai artifisial sepanjang 20 km, pusat riset, dan taman serta alun-alun seluas 10 ha.

Adapun anggaran yang dibutuhkan untuk pembangunan setiap kotanya membutuhkan dana sekitar US$0,8 miliar atau sekitar Rp12,5 triliun (asumsi kurs Rp15.534/US$). Dengan demikian, secara total anggaran yang dibutuhkan sekitar US$8,6 miliar atau sebesar Rp125 triliun. 

“Ini contoh use case pembangunan satu megacity butuh kira-kira US$1 miliar, yang sederhana, dengan fasilitas seperti ini. Kita akan sebar di seluruh Indonesia,” ujar Budiman pada paparannya di Indonesia Digital Summit, Selasa (28/11/2023).

Pengunjung berada di depan papan promosi salah satu metaverse Indonesia
Pengunjung berada di depan papan promosi salah satu metaverse Indonesia

Budiman mengatakan 10 kota inovasi ini harus terlaksana mengingat perubahan-perubahan masyarakat dengan kehadiran teknologi. Menurutnya, jika Indonesia tidak ikut serta dalam hal ini, negara akan hilang dari persaingan ekonomi. 

Sementara itu, berdasarkan laporan dari Data Indonesia, anggaran pembangunan kota inovatif dan metaverse ini mencapai 85% dari anggaran kementerian PUPR, kementerian dengan anggaran terbesar di 2024. Angka ini juga hampir setara dengan anggaran Kementerian Keuangan digabungkan dengan Kementerian Sosial.

Di sisi lain, perkembangan metaverse saat ini juga cenderung melambat di dalam negeri, bahkan dunia. Suatu inovasi yang mulai ditinggal perusahaan teknologi global, karena tidak semenarik solusi kecerdasan buatan. 

Pada Maret 2023, Disney dikabarkan melakukan restrukturisasi organisasi dengan memangkas 50 pegawai di divisi metaverse. Microsoft juga menutup AltSpaceVR, platform yang berfokus di bidang virtual reality.

Induk perusahaan Instagram, WhatsApp, dan Facebook, Meta bahkan menyebutkan AI masih lebih menarik dan diprioritaskan dibandingkan dengan metaverse.

Penyanyi menyanyikan lagu di dunia virtual/dok Meta
Penyanyi menyanyikan lagu di dunia virtual/dok Meta


Ketua Umum Indonesia Digital Empowering Community (IDIEC) M. Tesar Sandikapura menilai tutupnya sejumlah layanan metaverse tidak terlepas dari pengembangan produk yang terlalu cepat dan tidak disesuaikan dengan ekosistemnya.

Selain itu, Tesar mengatakan pasar metaverse di Indonesia masih tersegmentasi dan tidak merujuk pada masyarakat secara umum, sehingga jumlah penggunanya juga makin sedikit. 

Sementara itu Chief of Sales Marketing Officer perusahaan metaverse, WIR Group Gupta Sitorus mengatakan kurang populernya metaverse dikarenakan literasi digital atau pemahaman teknologi masyarakat yang masih dirasa kurang.

Menurutnya, jika literasi digital masyarakat baik, maka akan berdampak pada pengaplikasian teknologi yang berjalan dengan tujuannya. 

Memang, terlalu dini unttuk menilai masa depan dari metaverse. Namun, paslon Gibran perlu lebih berhati-hati dalam mengembangkan metaverse yang pamornya mulai meredup setelah G20. 

Jika tidak dipertimbangkan secara matang, khawatirnya proyek ini justru berujung kurang optimal seperti yang terjadi pada program food estate lahan singkong Prabowo Subianto. Sejumlah pihak menilai bahwa program tersebut hanya program babat hutan, tanpa hasil yang jelas. Apakah metaverse akan jadi kota yang hanya dibangun saja tanpa dihuni? 

Pengguna menggunakan kacamatar VR untuk memperbaiki mesin/dok Microsoft
Pengguna menggunakan kacamatar VR untuk memperbaiki mesin/dok Microsoft

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini di sini:

Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Topik-Topik Pilihan

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper