Pendapatan Indosat (ISAT) Naik 48,9 Persen Jadi Rp46,75 Triliun pada 2022

Leo Dwi Jatmiko
Senin, 13 Februari 2023 | 11:07 WIB
Karyawan beraktivitas di gerai PT Indosat Tbk. (ISAT) atau Indosat Ooredoo Hutchison di Jakarta, Rabu (28/9/2022). Bisnis/Eusebio Chrysnamurti
Karyawan beraktivitas di gerai PT Indosat Tbk. (ISAT) atau Indosat Ooredoo Hutchison di Jakarta, Rabu (28/9/2022). Bisnis/Eusebio Chrysnamurti
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - PT Indosat Tbk. (ISAT) atau Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) membukukan total pendapatan sebesar Rp46,75 triliun atau tumbuh 48,9 persen year on year/yoy pada Desember 2022.

Pertumbuhan laba bersih operasional emiten berkode saham ISAT itu juga melesat hingga 76,2 persen secara tahunan.

President Director and CEO Indosat Ooredoo Hutchison Vikram Sinha mengatakan seluruh indikator perusahaan sepanjang 2022 menunjukkan hasil yang positif, didorong oleh sinergi kuat yang dilakukan ISAT dengan seluruh pemangku kepentingan dan kepercayaan yang diberikan oleh masyarakat Indonesia.

"IOH juga berkomitmen untuk berkontribusi pada pertumbuhan industri telekomunikasi dan ekonomi digital Indonesia di masa depan," kata Vikram dalam siaran pers, Senin (13/2/2023).

Selain mencatatkan kinerja yang impresif, lanjut Vikram, Indosat terus berupaya memberikan pelayanan terbaik dengan meningkatkan kualitas jaringan melalui pengoperasian 137.000 BTS 4G hingga kuartal IV/2022.

Perusahaan juga berhasil mengintegrasikan jaringan sesuai target, bahkan lebih cepat untuk seluruh wilayah Jabodetabek.

Sejalan dengan kualitas layanan yang terus membaik, jumlah pelanggan  seluler IOH pun meningkat 62,5 persen yoy menjadi 102,2 juta dengan pertumbuhan lalu lintas data sebesar 91,8 persen pada 2022.

Kedua pertumbuhan itu berkontribusi pada kenaikan pendapatan data sebesar 61,3 persen dibanding tahun sebelumnya.

Pada kuartal IV/2022, IOH juga membukukan earning before interest tax, depreciation, and amortization (EBITDA) sebesar Rp 19,46 triliun atau naik sebesar 40,2 persen yoy, dengan margin EBITDA tercatat sebesar 41,6 persen pada 2022.

Laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp4,72 triliun, dengan pertumbuhan laba bersih operasional yang melesat hingga 76,2 persen yoy.

Vikram mengatakan perseroan akan terus memperluas jangkauan jaringan dan pelayanan yang jauh lebih baik, termasuk jaringan 5G. Hingga awal 2023, jaringan 5G IOH telah menjangkau delapan kota yakni Jakarta, Karawang, Bandar Lampung, Surakarta, Surabaya, Balikpapan, Makassar, dan Bali.

“Kami akan terus menghubungkan dan memberdayakan masyarakat Indonesia dengan mempercepat transformasi digital Indonesia,” tutup Vikram.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini di sini:

Penulis : Leo Dwi Jatmiko
Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Topik-Topik Pilihan

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper