Twitter Digugat, Jutaan Email hingga Nomor Telepon Pengguna Bocor

Asahi Asry Larasati
Sabtu, 14 Januari 2023 | 14:02 WIB
Logo Twitter. /Reuters-Kacper Pempel
Logo Twitter. /Reuters-Kacper Pempel
Bagikan
Bisnis.com, JAKARTA - Twitter digugat atas dugaan kebocoran data dengan gugaan mengekspos informasi lebih dari 200 juta pengguna.
Meskipun tudingan ini langsung dibantah oleh pihak perusahaan dan membantah kebocoran data disebabkan oleh kesalahan dalam sistemnya.
 
Dilansir dari Bloomberg, Warga negara New York Stephen Gerber mengklaim bahwa informasi pribadinya termasuk di antara cache data diperoleh oleh peretas antara tahun 2021 dan 2022.
Stephen kemudian melakukan gugatan pada hari Jumat (13/1/2023) di pengadilan federal San Francisco untuk mencari status class action bagi semua orang yang mengalami kasus yang sama. Ia menyalahkan kesalahan pada interface pemrograman aplikasi (API) Twitter memungkinkan penjahat dunia maya mendapatkan nama asli pengguna, email, dan nomor telepon memalui platform tersebut.
 
Pada bulan Januari, seorang pengguna anonim di situs peretas BreachForums menerbitkan database yang mereka klaim berisi informasi dasar tentang ratusan juta pengguna Twitter.
 
Twitter menegaskan dalam sebuah unggahan blog bahwa tidak ada bukti bahwa data yang dijual secara online diperoleh dengan mengeksploitasi kerentanan sistem Twitter.
 
"Data tersebut kemungkinan merupakan kumpulan data yang sudah tersedia untuk umum secara online melalui sumber yang berbeda," kata Twitter, terkait masalah tersebut.
 
Stephen mengklaim dalam pengaduan bahwa Twitter tampaknya melindungi nama perusahaan dan mengatakan bahwa pihaknya telah mencoba menyembunyikan besarnya kebocoran.
 
"Sampai hari ini Twitter entah kenapa gagal memberi tahu atau menghubungi para korban eksploitasi API khusus ini," kata Stephen.
 
Stephen meminta ganti rugi moneter yang tidak ditentukan, kemungkinan akan melebihi US$5 juta, dan perintah pengadilan yang mengharuskan Twitter untuk mempekerjakan auditor keamanan pihak ketiga untuk menguji dan mengaudit sistemnya serta untuk menerapkan dan memelihara program keamanan yang dirancang untuk melindungi kerahasiaan pengguna.
 
Twitter, yang tidak memiliki departemen hubungan masyarakat, sampai saat ini belum memberikan komentar apapun terkait masalah tersebut. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini di sini:

Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Topik-Topik Pilihan

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper