Saluran Penjualan Smartphone, Akulaku Bisa Kalahkan Xiaomi

Khadijah Shahnaz
Senin, 22 Agustus 2022 | 15:31 WIB
Nasabah menyelesaikan transaksi menggunakan Akulaku PayLater di Jakarta, Senin (11/7/2022). Bisnis/Suselo Jati
Nasabah menyelesaikan transaksi menggunakan Akulaku PayLater di Jakarta, Senin (11/7/2022). Bisnis/Suselo Jati
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Akulaku menggeser posisi Xiaomi dalam urusan penjualan smartphone di Indonesia pada kuartal II/2022 secara year-on-year (yoy).

Berdasarkan data dari Counterpoint Research pada kuartal II/2022, dikutip Senin (22/8/2022), platform e-commerce asal Singapura, Shopee masih mendominasi sebagai platform penjual ponsel. Diikuti oleh Lazada, Akulaku, Tokopedia dan Blibli.

Adapun, pada kuartal II/2021 penjualan ponsel pada saat itu didominasi oleh Shopee, Lazada, Xiaomi sebagai situs online tersendiri, Tokopedia dan Blibli.

Analis Senior Febriman Abdillah menjelaskan hampir satu dari setiap lima smartphone yang dikirimkan pada kuartal terakhir adalah melalui saluran online.

“Yang menarik untuk dilihat adalah peningkatan pesat pemain fintech domestik Akulaku, yang meraih posisi ketiga dalam pengiriman online,” ujarnya dalam laporan tersebut.

Dia berpendapat salah satu cara Akulaku berhasil meraih pangsa dengan memberikan paket cicilan kepada pembeli.

Adapun, strategi penetapan harga 'bayar nanti' akan menjadi penting dalam menumbuhkan pasar kelas menengah, terutama mengingat iklim makro saat ini.

Kendati demikian, permintaan ponsel di Indonesia pada kuartal II/2022 mengalami penurunan 11 persen year on year (yoy) menjadi 9,4 juta unit.

Penurunan ini pun terjadi secara global dan regional dikarenakan adanya masalah makro ekonomi dan masalah mata uang membuat kuartal kedua ini secara global sulit.

Counterpoint pun menilai Indonesia dapat bertahan di masa resesi jika dibandingkan beberapa rekan regional dan globalnya, fluktuasi mata uang kemungkinan akan memainkan peran yang kuat dalam mendorong atau menghambat permintaan ponsel cerdas dan pandangan makro global kami menyiratkan peningkatan risiko inflasi.

Adapun, pengurangan daya beli akan memukul segmen yang berbelanja perangkat kelas bawah hingga menengah yang paling sulit – membuat permintaan ponsel pintar domestik sangat rentan selama paruh kedua pada 2022.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini di sini:

Penulis : Khadijah Shahnaz
Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Topik-Topik Pilihan

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper