Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Puncak Hujan Meteor Perseid dan Supermoon Bakal Terjadi Bersamaan Malam Ini

Hujan meteor Perseid (juga dikenal sebagai Perseids) adalah salah satu hujan meteor terkuat, terjadi setiap tahun antara 14 Juli dan 1 September.
Mia Chitra Dinisari
Mia Chitra Dinisari - Bisnis.com 11 Agustus 2022  |  10:16 WIB
Puncak Hujan Meteor Perseid dan Supermoon Bakal Terjadi Bersamaan Malam Ini
Supermoon - NASA
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Puncak hujan meteor Perseid tahunan akan berbagi langit dengan fenomena bulan purnama supermoon Agustus malam ini.

Artinya, akan cukup sulit bagi Anda untuk melihat fenomena bintang jatuh yang ikonik itu karena adanya supermoon.

Hujan meteor Perseid (juga dikenal sebagai Perseids) adalah salah satu hujan meteor terkuat, terjadi setiap tahun antara 14 Juli dan 1 September. Tahun ini, hujan akan mencapai puncaknya pada 12 dan 13 Agustus, menurut American Meteor. 

Sementara itu, bulan purnama Agustus, yang juga dikenal sebagai Sturgeon Moon, akan mencapai puncaknya pada 11 Agustus pukul 21:35. EDT (0101 GMT) ata 12 Agustus 2022 dan akan muncul hampir penuh pada malam sebelumnya dan malam sesudahnya. Bulan purnama bulan ini juga merupakan supermoon terakhir tahun 2022, yang terjadi ketika bulan melakukan pendekatan terdekatnya ke Bumi pada saat yang sama saat purnama, membuatnya tampak sangat besar dan cerah di langit malam.

Sebagian besar tahun, di bawah kondisi tampilan yang lebih baik tanpa awan dan bulan purnama, Anda bisa melihat antara 50 dan 100 meteor yang terlihat, atau "bintang jatuh", per jam di puncak hujan.

Namun, tahun ini, cahaya terang dari bulan purnama akan secara drastis mengurangi jumlah meteor yang terlihat menjadi antara 10 dan 20 per jam, paling banter, menurut pernyataan dari astronom NASA Bill Cooke dilansir dari Space.com.

Perseid disebabkan oleh Bumi yang melewati bongkahan es dan batu yang ditinggalkan oleh Komet Swift-Tuttle, yang terakhir melintas dekat Bumi pada tahun 1992. Puncak Perseid saat Bumi melewati daerah terpadat dan paling berdebu dari jejak komet.

Mengingat bulan purnama yang bersaing, Proyek Teleskop Virtual berencana untuk menyelenggarakan webcast Perseids hari ini (buka di tab baru) (9 Agustus), menawarkan pemirsa kesempatan untuk melihat beberapa meteor sebelum bulan mencapai kecerahan puncak. Webcast akan dimulai pukul 9 malam. EDT (0100 GMT 10 Agustus) dan pamerkan meteor apa pun yang ditangkap oleh kamera bidang lebar teleskop.

Saat bulan purnama mereda, pemirsa mungkin masih memiliki kesempatan untuk melihat beberapa Perseid sebelum menghilang di akhir bulan. Waktu terbaik untuk mencari meteor adalah antara tengah malam dan fajar ketika bulan berada di bawah cakrawala. Temukan area pandang yang jauh dari cahaya buatan dan berikan mata Anda banyak waktu (20 menit atau lebih) untuk menyesuaikan diri dengan kegelapan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

supermoon meteor fenomena alam
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Terpopuler

back to top To top