Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Apotek Online Lifepack Dapat Pendanaan Seri A dari Golden Gate Ventures

Lifepack didirikan oleh Chairman Lifepack John Kwari dan CEO Natali Ardianto.
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 11 Agustus 2022  |  17:58 WIB
Apotek Online Lifepack Dapat Pendanaan Seri A dari Golden Gate Ventures
Ilustrasi aplikasi apotek online Lifepack - Istimewa.
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Lifepack, perusahaan farmasi digital di Indonesia berhasil mendapatkan suntikan dana sebesar US$7 juta atau Rp103,19 miliar (kurs Rp14.742) dari pendanaan seri A yang dipimpin oleh Golden Gate Ventures. 

CEO Lifepack Natali Ardianto juga menjelaskan saat ini Indonesia sudah berada di awal revolusi layanan kesehatan berbasis teknologi. Kini, semua hal terkait kesehatan dapat diakses melalui ponsel.

"Lifepack akan memimpin revolusi apotek tersebut dan menciptakan layanan omnichannel sebagai satu destinasi kesehatan pasien dan tenaga medis profesional agar mendapatkan layanan kesehatan yang prima," paparnya, Kamis (11/8/2022).

Lifepack merupakan farmasi digital yang menyediakan layanan berobat dan suplemen berkualitas bagi masyarakat Indonesia.

Perusahaan ini menawarkan produk obat resep terutama obat penderita penyakit kronis dengan harga yang kompetitif sebagai spesialisasinya, selain juga menyediakan suplemen kesehatan serta obat bebas (OTC) untuk pasien umum.

Pada 2025, industri farmasi di Indonesia diprediksi akan tumbuh dua kali lipat dengan estimasi nilai pasar mendekati US$20 miliar. Farmasi online hanya mencakup 3,5 persen dari total pangsa pasar farmasi yang besar ini.

Keberadaan pandemi Covid-19 juga menjadi katalis dari adopsi masyarakat untuk mendapatkan layanan kesehatan digital via aplikasi di ponsel. Pada 2020, pemerintah Indonesia memperbarui aturan peresepan obat secara daring untuk mengakselerasi revolusi digital layanan kesehatan dalam skala nasional.

Kedua faktor utama tersebut pada akhirnya mendukung pertumbuhan pesat Lifepack, diikuti dengan faktor kalangan anak muda kelas menengah Indonesia yang sudah melek digital.

Adapun Lifepack berhasil mendirikan apotek warehouse di Jakarta dan Surabaya dengan cakupan yang luas, yang menyediakan pengiriman obat gratis ke seluruh Indonesia.

Cabang ketiga Lifepack yang berlokasi di Bandung akan segera diresmikan, dan beberapa waktu ke depan akan ada 7 cabang lagi di kota-kota besar akan dibuka secara bertahap tentunya didukung dengan suntikan dana yang baru didapatkan.

Permodelan apotek warehouse Lifepack memungkinkan ketersediaan stok dan inventoris yang terpusat, sehingga memungkinkan ketersediaan obat yang sangat lengkap dan cakupan yang luas.

Lifepack didirikan oleh Chairman Lifepack John Kwari dan CEO Natali Ardianto, dan telah menjadi pemain tangguh di sektor farmasi online. Sebagai senior di bisnis farmasi, John berasal dari keluarga yang sudah berkecimpung di sektor farmasi dan sukses selama empat dekade, yang mendirikan beberapa apotek di Kanada.

Sedangkan, Natali Ardianto adalah nama yang juga sudah tidak asing di kalangan pengusaha rintisan di Indonesia, setelah sukses mendirikan empat perusahaan dan dua telah diakuisisi. 

Chairman Lifepack John Kwari menjelaskan industri farmasi indonesia saat ini sangat terfragmentasi jaringan distributor yang kompleks dan apotek kesulitan melengkapi ketersediaan dan kelengkapan obatnya.

"Tidak jarang pasien harus mengunjungi banyak apotek yang berbeda untuk menebus resepnya. Situasi ini makin sulit untuk pasien dengan penyakit kronis. Di sinilah Lifepack akan mentransformasi layanan kesehatan dengan menghadirkan kelengkapan obat bagi pasien di seluruh Indonesia dengan harga kompetitif, kapan pun, di manapun," paparnya.

Salah satu aspek menarik dari Lifepack adalah kerjasama dengan tenaga medis profesional, Lifepack memberikan wadah agar dokter dapat memberikan layanan jangka panjang pada pasien melalui satu portal, guna membantu dokter untuk menyesuaikan resep dengan kondisi terkini pasien.

Pasien dapat melakukan konsultasi dan mendapatkan resep dengan mudah tanpa harus mengantre panjang di klinik. Sesuai dengan pengguna Lifepack yang kebanyakan memiliki penyakit kronis, tim customer service dan apoteker berkualitas dikerahkan untuk menjamin para pasien mendapat pelayanan terbaik.

Sejak awal perusahaan ini berdiri, Golden Gate Ventures telah memberikan dukungan besar pada Lifepack.

Pendanaan terbaru ini menandakan kepercayaan mereka pada pertumbuhan signifikan Lifepack, karena adanya potensi pasar dan pertumbuhan transformasi digital di Indonesia.

"Kami siap untuk mendukung pertumbuhan bisnis Lifepack melalui jaringan kami yang luas dan wawasan mendalam kami untuk berbagai kesempatan kolaborasi di wilayah segitiga emas start-up di Indonesia, Vietnam, dan Singapura,” ujar Justin Hall, partner di Golden Gate Ventures.

Golden Gate Ventures merupakan salah satu pelopor ekosistem startup di Asia Tenggara yang sudah lama berfokus di industri teknologi kesehatan, yang turut mendukung pemain kuat di sektor yang sama seperti Medigo, Alodokter, dan Hanna Life Technologies.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

apotek StartUp investasi startup farmasi
Editor : Farid Firdaus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Terpopuler

back to top To top