Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Teknologi AI Mampu Akselerasi Ekonomi Digital Indonesia

Teknologi AI yang sudah dilakukan di berbagai industri bisa meningkatkan ekonomi digital Indonesia.
Rio Sandy Pradana
Rio Sandy Pradana - Bisnis.com 23 Februari 2022  |  18:08 WIB
Dari atas: Wakil President Direktur BCA Armand Hartono, CEO & CTO GDP Labs, CTO GDP Venture On Lee, Bawah: President Director Central Capital Ventura Armand Widjaja.  -  Dok. Istimewa
Dari atas: Wakil President Direktur BCA Armand Hartono, CEO & CTO GDP Labs, CTO GDP Venture On Lee, Bawah: President Director Central Capital Ventura Armand Widjaja. - Dok. Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Penerapan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) di berbagai industri dinilai bisa mengakselerasi ekonomi digital di Indonesia.

Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin berkomitmen untuk melakukan transformasi sistem kesehatan Indonesia dengan enam pilar penopang transformasi kesehatan Indonesia.

"Salah satu pilarnya adalah transformasi teknologi kesehatan, yang bertujuan untuk menciptakan ekosistem kesehatan yang memungkinkan terpusatnya seluruh data pasien melalui penerapan teknologi AI," kata Budi dalam pembukaan acara webinar AI Tech Day 2022, Selasa (22/2/2022).

Dia menuturkan saat ini teknologi AI sudah dipakai di kardiologi. Data yang terpusat sangat signifikan untuk tercapainya ekosistem kesehatan yang lebih baik lagi.

Dalam kesempatan yang sama, Plt. Dirjen Diktiristek Kemdikbudristek Nizam telah mempersiapkan talenta digital di Indonesia yang kompeten dengan menerapkan digital literasi sejak SD hingga SMA, edukasi formal pada mahasiswa dan program-program micro credential serta magang pada industri teknologi yang akan terus dilakukan melalui Kampus Merdeka.

"Diharapkan dengan adanya program dari Kemdikbud Ristek dapat membangun masa depan yang lebih baik sehingga dapat melahirkan generasi yang cerdas dan bijak dalam pemanfaatan teknologi khususnya AI," ujarnya.

Selama 2021, lanjutnya, lebih dari 60.000 mahasiswa mendapatkan kompetensi dan sertifikasi di bidang teknologi digital terutama bidang AI, ML, DL, cyber security, dan kompetensi-kompetensi yang sangat dibutuhkan industri melalui program Kampus Merdeka.

Adapun, Wakil Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk. Armand Hartono menuturkan melihat perkembangan teknologi AI di Indonesia semakin berkembang ke arah positif.

"Di BCA sendiri sudah menerapkan teknologi Blockchain pada 2017 dan 2016 juga mulai menggunakan teknologi AI," katanya.

Dia berpendapat dua teknologi ini menjadi sebuah kombinasi yang tepat karena Blockchain sebagai teknologi yang digunakan sebagai sistem penyimpanan data secara digital membutuhkan AI untuk menganalisis data seperti komparasi, deteksi fraud, melihat trend dan lainnya.

CEO & CTO GDP Labs dan CTO GDP Venture On Lee menambahkan teknologi AI mendapatkan sambutan baik dari pemerintah, akademisi, industri dan komunitas di Indonesia.

"AI, Blockchain, Cloud, Data [ABCD], Web, Mobile dan security ini merupakan teknologi yang saling mendukung. Melalui webinar ini dengan lebih dari 40,000 views, kami berharap dapat bekerja sama sehingga dapat memajukan industri ini bersama-sama," ujarnya.

AI Tech Day 2022 digelar secara online dan merupakan diskusi terbuka dua arah yang ditonton lebih dari 39,000 penonton. Acara ini digelar oleh GDP Venture bersama dengan HIPMI Jaya, Intel dan Synnex Metrodata Indonesia.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kemenkes kemenristek artificial intelligence
Editor : Rio Sandy Pradana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper
To top