Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Marketplace Fesyen Zilingo Berburu Dana Segar Rp2,86 Triliun

Zilingo menambah daftar semakin banyaknya perusahaan di Asia Tenggara yang mengumpulkan dana untuk ekspansi tahun ini.
Farid Firdaus
Farid Firdaus - Bisnis.com 17 Februari 2022  |  14:43 WIB
Ankiti Bose, CEO Zilingo - Bloomberg
Ankiti Bose, CEO Zilingo - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA – Startup di bidang teknologi pabrik dan pedagang pakaian jadi, Zilingo Pte, dikabarkan tengah mencari cara untuk mengumpulkan dana sekitar US$150-200 juta atau setara Rp2,86 triliun (asumsi kurs Rp14.325) dalam putaran pendanaan terbarunya.

Mengutip sumber Bloomberg yang mengetahui rencana tersebut, Kamis (17/2/2022), Zilingo yang berkantor pusat di Singapura ini menunjuk Goldman Sachs Group Inc. untuk membantu perusahaan pada kesepakatan penggalangan dana potensial.

Aksi startup yang didukung Temasek Holdings Pte ini disebut dapat meningkatkan valuasi perusahaan menjadi lebih dari US$1 miliar. Zilingo telah menjangkau beberapa investor untuk mengukur minat pencarian dana ini.

Perundingan sedang berlangsung dan rincian seperti ukuran penggalangan dana dapat berubah, menurut sumber Bloomberg. Perwakilan untuk Goldman Sachs dan Zilingo menolak berkomentar.

Zilingo menambah daftar perusahaan di Asia Tenggara yang mengumpulkan dana untuk ekspansi. ShopBack, aplikasi hadiah belanja online Singapura, sedang dalam pembicaraan dengan calon investor untuk mengumpulkan US$150 juta, sementara perusahaan fintech Filipina Voyager Innovations Inc. sedang mempertimbangkan untuk meningkatkan $150 juta hingga US$200 juta, Bloomberg News melaporkan minggu ini.

Didirikan pada tahun 2015 oleh Chief Executive Officer Ankiti Bose dan Chief Technology and Product Officer Dhruv Kapoor, Zilingo telah berkembang menjadi pasar bisnis-ke-bisnis (B2B) untuk pembeli dan penjual grosir di industri fashion.

Zilingo bernilai US$970 juta pada awal 2019 ketika mengumpulkan US$226 juta dari investor termasuk Sequoia Capital India dan Temasek. Ankiti Bose mengatakan pada Juni 2021 bahwa perusahaan sedang mempertimbangkan untuk go public di antara opsi untuk meningkatkan modal.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

singapura temasek StartUp investasi startup

Sumber : Bloomberg

Editor : Farid Firdaus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Terpopuler

Banner E-paper
To top