Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Fitur Baru Twitter untuk Deteksi Hoaks, Uji Coba di 3 Negara

Pengujian fitur terbaru Twitter telah diperkenalkan pada bulan Agustus 2021 sebagai bagian dari upayanya untuk mengurangi informasi hoaks di platform-nya.
Nabila Dina Ayufajari
Nabila Dina Ayufajari - Bisnis.com 18 Januari 2022  |  16:02 WIB
Logo Twitter - Bloomberg / Alex Flynn
Logo Twitter - Bloomberg / Alex Flynn

Bisnis.com, JAKARTA - Twitter resmi merilis fitur barunya yang ditujukan untuk membantu para pengguna menandai cuitan di lini Twitter yang dinilai mengandung disinformasi, misinformasi, atau informasi hoaks.

Twitter mengumumkan bahwa mereka akan memperluas pengujian fitur terbarunya ke tiga negara, yakni Brasil, Spanyol, dan Filipina.

“Hari ini kami memperluas fitur pengujian ini ke orang-orang yang men-tweet dari Brasil, Spanyol, atau Filipina,” jelas Twitter seperti dikutip dari The Star pada Selasa (18/1/2022).

Sebelumnya, pengujian fitur terbaru Twitter telah diperkenalkan pada bulan Agustus 2021 sebagai bagian dari upayanya untuk mengurangi informasi hoaks di platform-nya.

Pengujian fitur pada platform burung biru tersebut telah berlangsung dan terbilang sukses untuk beberapa pengguna di Amerika Serikat, Korea Selatan, dan Australia.

Sejak dimulai uji coba, Twitter mengaku bahwa mereka menerima sekitar 3 juta laporan dari pengguna yang telah menggunakannya untuk menandai cuitan yang diduga mengandung informasi sesat. Cuitan-cuitan yang ditandai dan terbukti salah akan ditentukan sesuai dengan kebijakan Twitter.

“Hingga saat ini kami telah menerima sekitar tiga juta laporan dari Anda semua, yang menyebut Tweet yang melanggar kebijakan kami dan membantu kami memahami tren misinformasi baru. Nantikan lebih banyak lagi yang akan datang,” sambung Twitter.

Sementara itu, raksasa media sosial ini juga meluncurkan fitur lain yang disebut ‘Birdwatch.’ Fitur ini memungkinkan pengguna menulis catatan dan memberikan konteks tambahan untuk cuitan yang menyesatkan. Meskipun, catatan tersebut disimpan di situs web terpisah.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

twitter media sosial hoax
Editor : Feni Freycinetia Fitriani

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper
To top