Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Soal Mikro Operator 5G, Ini Respons Indosat dan Telkomsel

Masyarakat Telematika Indonesia (Mastel) menilai penggelaran 5G di Indonesia berpeluang menghadirkan mikro operator. Terdapat banyak konsep mengenai mikro operator, yang intinya adalah penggelaran layanan 5G di luar dari operator telekomunikasi selaku penyelenggara seluler pemilik lisensi.
Leo Dwi Jatmiko
Leo Dwi Jatmiko - Bisnis.com 17 Januari 2022  |  07:54 WIB
Karyawan melayani pelanggan di GraPARI Telkomsel Central Park Mall, Jakarta, Senin (20/12/2021).  - Bisnis/Suselo Jati
Karyawan melayani pelanggan di GraPARI Telkomsel Central Park Mall, Jakarta, Senin (20/12/2021). - Bisnis/Suselo Jati

Bisnic.om, JAKARTA — Dua operator telekomunikasi terbesar di Indonesia, Telkomsel dan Indosat Ooredoo Hutchison, angkat bicara mengenai peluang munculnya mikro operator yang akan memberikan layanan ketika jaringan 5G tersedia di Tanah Air. 

SVP Head of Corporate Communications Indosat Ooredoo Hutchison Steve Saerang mengatakan perseroan masih melakukan kajian internal mengenai konsep dan kehadiran mikro operator di Indonesia, khususnya di era 5G. 

“Konsep ini harus melalui kajian menyeluruh, terutama dari sisi perizinan dan pemanfaatan spektrum frekuensi,” kata Steve kepada Bisnis, Minggu (16/1/2022). 

Steve menambahkan sesuai dengan misi Indosat, perseroan mendukung penuh Kemenkominfo untuk menciptakan regulasi yang mendorong terciptanya ekosistem usaha yang sehat di industri telekomunikasi di Tanah Air.

Sekadar informasi, Indosat telah menggelar 5G sejak Agustus 2021. Layanan 5G Indosat saat ini telah tersebar di lima kota yaitu Solo, Jakarta, Surabaya, Makassar dan Balikpapan. 

Sementara Itu, VP Strategy Technology Telkomsel Indra Mardiatna mengatakan secara umum Telkomsel melihat bahwa investasi dari operator seluler untuk penggelaran jaringan adalah investasi yang tinggi atau mahal, termasuk dalam hal spektrum frekuensi. 

Spektrum frekuensi harus dapat dimaksimalkan agar penggelaran jaringan lebih efisien, sehingga layanan yang diterima masyarakat makin terjangkau.  

“Operator yang tidak memiliki kemampuan untuk menggelar jaringan secara nasional akan berat juga akhirnya,” kata Indra. 

Diketahui frekuensi merupakan sumber daya alam terbatas yang sangat dibutuhkan dalam penggelaran 5G. 

Efisiensi penggelaran layanan telekomunikasi operator seluler bergantung pada spektrum yang mereka miliki. 

Telkomsel sendiri mengantongi izin komersialisasi 5G pada Mei 2021. Hingga saat ini jaringan 5G Telkomsel telah tersebar di 9 kota. Pada 2022, rencananya jaringan 5G Telkomsel akan menjangkau Papua, dan melayani kawasan pertambangan. 

Telkomsel juga berencana membangun 240 titik 5G baru pada tahun ini. Pembangunan dilakukan secara terukur dengan melihat kesiapan ekosistem 5G di daerah tersebut. 

Sebelumnya, Masyarakat Telematika Indonesia (Mastel) menilai penggelaran 5G di Indonesia berpeluang menghadirkan mikro operator. 

Terdapat banyak konsep mengenai mikro operator, yang intinya adalah penggelaran layanan 5G di luar dari operator telekomunikasi selaku penyelenggara seluler pemilik lisensi.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

telkomsel telekomunikasi indosat teknologi 5G
Editor : Muhammad Khadafi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper
To top