Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Tergiur Keuntungan Ganda, Startup Mulai Rambah Bank Digital

Bank digital diperkirakan menjadi pusat ekosistem para startup digital, seperti Gojek yang terintegrasi dengan Bank Jago.
Ahmad Thovan Sugandi
Ahmad Thovan Sugandi - Bisnis.com 14 Januari 2022  |  21:20 WIB
Nasabah menggunakan aplikasi Jenius, bank digital milik BTPN  -  Bisnis/Feni Freycinetia
Nasabah menggunakan aplikasi Jenius, bank digital milik BTPN - Bisnis/Feni Freycinetia

Bisnis.com, JAKARTA – Kalangan pengamat menilai sejumlah startup merambah industri bank, terutama bank digital karena tergiur keuntungan yang lebih cepat dan banyak. 

Koordinator Pusat Inovasi dan Inkubator Bisnis Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Dianta Sebayang menyebut alasan utama para startup masuk ke bisnis bank digital karena banyaknya dana investasi yang masuk. 

"Didukung kemampuan likuiditasnya yang sedang tinggi serta akan ada keuntungan ganda, karena uang para startup digunakan untuk investasi," ujarnya, Jumat (14/1/2022).

Menurut Dianta, strategi tersebut sangat efektif. Dengan merambah industri bank, perusahaan rintisan dapat memperoleh keuntungan yang lebih cepat. 

Selanjutnya ke depan, menurut Dianta, bank digital akan menjadi pusat ekosistem para startup digital, seperti Gojek yang terintegrasi dengan Bank Jago.

Dia menjelaskan untuk saat ini kemampuan bank digital sebatas memberikan pelayanan berbasis B2C. Adapun layanan B2B masih dikuasai oleh bank konvensional. 

"Untuk itu beberapa bank konvensional sudah mulai meluncurkan layanan dan aplikasi bank digital untuk bersaing," ujarnya.

Dikutip dari laporan bertajuk, The Rise of Digital Banking in Indonesia 2021 yang diterbitkan oleh DS Innovate, Gojek melalui PT Dompet Karya Anak Bangsa (GoPay) menjadi investor strategis dengan kepemilikan 22,16 persen.

Saat ini aplikasi Bank Jago telah diunduh sebanyak 1 juta kali di Google Plystore dan App Store. Adapun aset yang dimiliki Bank Jago tercatat sebesar Rp10,9 triliun.

Menurut pantauan Bisnis, Minggu (5/9/2021), Bank Jago dan Gojek melakukan tahap awal integrasi pembayaran pada Juli 2021. Integrasi layanan tersebut meliputi menghubungkan Kantong Jago dengan Gojek, membayar Gojek melalui Kantong Jago, dan bebas biaya pengisian dan penarikan dana di Gopay melalui Bank Jago. 

Ke depannya, perseroan akan memperbanyak integrasi pembayaran dan pengelolaan keuangan dari keduanya antara lain mendata profil nasabah Gopay dan Jago di satu alur yang nyaman, kemudian membayar dari Kantong Jago di semua merchant melalui GoPay.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

StartUp Gojek bank jago Bank Digital
Editor : Amanda Kusumawardhani

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top