Fox Logger Targetkan Kerek Omzet Hingga Rp100 Miliar pada 2022

Akbar Evandio
Kamis, 6 Januari 2022 | 02:33 WIB
Ilustrasi GPS.
Ilustrasi GPS.
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Perusahaan rintisan (startup) berbasis GPS tracker pelacak kendaraan, Fox Logger optimistis mampu meningkatkan omzet perusahaan hingga 100 persen pada 2022.

"Tahun macan air sangat menjanjikan. Fox Logger menargetkan meraih omzet sebesar Rp100 miliar atau melonjak 100 persen dari raihan 2021," ujar CEO Fox Logger Alamsyah Cheung dalam keterangan tertulisnya, Selasa (4/1/2021).

Alamsyah mengatakan, untuk merealisasi target tersebut perusahaan berupaya menggandeng 16 perusahaan kredit pembiayaan kendaraan bermotor sebagai klien baru mereka. Jika berhasil, maka total ada 25 perusahaan yang dilayani Fox Logger pada 2022.

Menurutnya, saat ini perusahaan memiliki pijakan yang dinilai kuat untuk mewujudkan targetnya. Pertama, kondisi makro ekonomi. Kedua, rekam jejak perusahaan sebagai penyedia GPS berbasis internet of things (IoT) terbesar sepanjang tahun lalu, serta sektor industri otomotif yang terus menunjukkan gairahnya sejak dilanda pandemi.

Hal ini tak terlepas dari proyeksi pertumbuhan ekonomi nasional yang berada pada kisaran 5 persen-5,5 persen, sehingga startup ini percaya diri bahwa pada 2022 dapat terus meroket capaian perusahaannya.

Sementara itu, Bank Indonesia memproyeksikan mencapai 4,7 persen-5,5 persen, di mana angka tersebut lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi 2021 yang berada di kisaran 3,2 persen-4 persen.

Selain kondisi ekonomi makro yang cerah, Alamsyah juga berkeyakinan raihan Fox Logger membaik bila berkaca pada triwulan IV/2021 dan proyeksi industri otomotif.

Adapun, pameran otomotif besar tahun ini yang akan digelar Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) memberi dampak pada Fox Logger yang pesanan produk naik hingga 40 persen.

"Jika industri otomotif bertumbuh, pastinya Fox Logger sebagai market leader di pasar GPS tracker juga akan terdorong naik," katanya.

Dia melanjutkan, perusahaan saat ini masih intens berkomunikasi dengan sejumlah venture capital dan private equity terkait rencana melantai bursa alias IPO di Bursa Efek Indonesia.

"Kami terus mematangkan rencana tersebut. Kami ingin benar-benar siap melantai di bursa dalam kondisi terbaik," ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini di sini:

Penulis : Akbar Evandio
Editor : Miftahul Ulum
Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Topik-Topik Pilihan

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper