Ini Perbedaan Satelit LEO OneWeb dan Starlink

Leo Dwi Jatmiko
Kamis, 23 Desember 2021 | 20:20 WIB
Ilustrasi peluncuran satelit./dok. teleglobal
Ilustrasi peluncuran satelit./dok. teleglobal
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - OneWeb dan Startlink merupakan dua perusahaan pengembang satelit low earth orbit (LEO) atau satelit orbit bumi rendah yang namanya ramai terdengar di Indonesia pada tahun ini.

Starlink, proyek konstelasi satelit milik SpaceX, dikabarkan akan masuk ke Indonesia bekerja sama dengan PT Telkom Indonesia Tbk. (TLKM) untuk memberikan layanan konektivitas di daerah-daerah yang belum mendapat akses. Kesepakatan teknis pengoperasian telah terjadi diantara keduanya.

Sementara itu OneWeb, baru saja memulai pembangunan Portal Jaringan Satelit di Serang, Banten, bekerja sama dengan PT Dwi Tunggal Putra, penyedia layanan internet, pangkalan data dan satelit.

Berikut perbedaan antara Satelit OneWeb dan Starlink:

1. Penetrasi ke Ritel

Dalam sebuah dokumen, diketahui Starlink siap beroperasi di kawasan Asia pada akhir 2021 atau awal 2022. Khusus untuk di Indonesia, berdasarkan situs Starlink.com pada Juli 2021, sebanyak 13.901 orang Indonesia menyatakan tertarik dengan layanan Starlink.

Kemudian sekitar 415 orang dari jumlah tersebut bahkan telah melakukan deposit senilai US$100 untuk bisa menggunakan layanan satelit yang beroperasi di orbit rendah itu. Starlink sendiri tidak akan memberikan layanan hingga memenuhi segala persyaratan dan peraturan yang berlaku.

Dari dokumen itu juga diketahui bahwa rencananya SpaceX akan membangun 25 gateway stasiun bumi di Indonesia dalam 1,5 tahun ke depan.

Sebanyak enam stasiun bumi dahulu kabarnya akan dibangun di Papua pada tahun ini. Namun hingga saat akhir tahun 2021 pembangunan tersebut tidak terdengar.

Pada pengembangan tahap awal itu juga, rencananya Starlink - anak usaha SpaceX - akan meluncurkan layanan ke konsumen.

Layanan ke konsumen akan makin luas ketika Gateway telah aktif pada 2022. Sementara itu OneWeb dalam mendorong layanannya ke pasar ritel, memilih bekerja sama dengan perusahaan lokal dan pemerintahan.

OneWeb tidak menjual langsung ke pelanggan ritel, melainkan lewat PT Dwi Tunggal Putra dan penyedia jasa internet.

Dalam wawancara dengan media pada groundbreaking pembangunan Portal Jaringan Satelit di Serang, Banten, Chief Commercial Officer DTP Edi Sugianto mengatakan OneWeb akan selalu mematuhi regulasi yang berlaku dan menunjuk distributor lokal.

“OneWeb akan selalu menunjuk distributor lokal,” kata Edi.

OneWeb, kata Edi, sudah dapat digunakan di negara-negara yang berada di 54 lintang derajat seperti Swedia. Adapun untuk komersialisasi rencananya baru terealisasi pada Oktober 2022.

2. Jumlah Satelit

Satelit LEO merupakan satelit berukuran kecil. Jika satelit orbit Geostasioner atau satelit konvensional seperti saat ini memiliki ukuran seperti bus umum, LEO hanya berukuran kecil seperti mesin cuci satu pintu.

Rencananya OneWeb akan mengorbitkan 648 satelit, di ketinggian 1.200 kilometer di atas permukaan bumi.

Adapun Starlink dikabarkan pada tahap awal akan mengorbitkan 4.425 satelit di ketinggian 1.100 kilometer, atau tujuh kali lipat lebih banyak dari OneWeb.

3. Kualitas Layanan

Untuk kualitas layanan, khusus di Indonesia setiap satelit OneWeb dikabarkan akan mengangkut kapasitas sebesar 20 Gbps dengan latensi di bawah 50 milidetik. Ada 18 satelit di atas udara Indonesia nantinya.

Sementara Starlink, dikabarkan dapat memberi kecepatan unduh hingga 200 Mbps dan unggah hingga 40 Mbps dengan latensi di bawah 20 milidetik.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini di sini:

Penulis : Leo Dwi Jatmiko
Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Topik-Topik Pilihan

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper