Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ditemukan Planet Baru, Suhu 1.700 Derajat, Setahun di Bumi Sama dengan 3 Hari di Planet Ini

Planet yang dinamakan TOI 1789 itu, berjarak 725 tahun cahaya dan dikenal sebagai exoplanet, yakni planet yang mengorbit bintang di luar tata surya kita.
Mia Chitra Dinisari
Mia Chitra Dinisari - Bisnis.com 23 November 2021  |  09:04 WIB
Ditemukan Planet Baru, Suhu 1.700 Derajat, Setahun di Bumi Sama dengan 3 Hari di Planet Ini
TOI 1789 - scinews
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA -  Para ilmuwan di India telah menemukan sebuah planet baru yang unik dan ukurannya lebih besar dari Jupiter,  planet terbesar di tata surya kita.

Planet yang dinamakan TOI 1789 itu, berjarak 725 tahun cahaya dan dikenal sebagai exoplanet, yakni planet yang mengorbit bintang di luar tata surya kita.

Suhu permukaan TOI 1789 sangat panas, tepatnya sekitar 1.700 derajat Celcius (2000kelvin), karena mengorbit sangat dekat dengan bintang induknya. Demikian dilansir dari BBC.

Dibutuhkan hanya 3,2 hari untuk menyelesaikan orbit penuh, dibandingkan dengan 365 hari Bumi untuk mengorbit Matahari.

Planet seperti ini juga dikenal sebagai 'hot-Jupiter' dan para ahli mengatakan ada kurang dari 10 sistem seperti itu yang kita kenal di Bumi.

Penemuan ini dilakukan oleh kelompok penelitian dan pencarian planet ekstrasurya di Laboratorium Penelitian Fisik (PRL) yang berbasis di Ahmedabad di India.

Mereka menggunakan instrumen khusus yang disebut PARAS (PRL Advanced Radial-velocity Abu-sky Search) - sebuah spektrograf serat optik pada Teleskop 1,2 meter di Observatorium Gunung Abu.

Instrumen khusus ini mampu mengukur massa planet.

"Dengan menggunakan PARAS, yang memiliki kemampuan untuk mengukur massa sebuah planet ekstrasurya, massa planet ekstrasurya itu ditemukan 70 persen dan ukurannya sekitar 1,4 kali lipat dari Jupiter." demikian menurut Badan antariksa itu.

Para ahli berharap penemuan ini akan membantu mereka belajar lebih banyak tentang bagaimana planet berevolusi.

"Deteksi sistem seperti itu meningkatkan pemahaman kita tentang berbagai mekanisme yang bertanggung jawab atas inflasi di 'Jupiter panas' dan pembentukan serta evolusi sistem planet di sekitar bintang yang berevolusi dan menua," tambah mereka.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

planet tata surya
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Terpopuler

back to top To top