Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kerja Hybrid Tidak Terhindarkan, GLINT Beberkan Penyebabnya

Model kerja itu menjadi jalan tengah untuk menjaga produktivitas karyawan dan kinerja perusahaan selama pandemi.
Nyoman Ary Wahyudi
Nyoman Ary Wahyudi - Bisnis.com 18 November 2021  |  21:50 WIB
Ilustrasi burnout akibat work from home (WFH) - Freepik
Ilustrasi burnout akibat work from home (WFH) - Freepik

Bisnis.com, JAKARTA — Head of Strategy and Business Development GLINT Asia Pacific Amrita Prasad mengatakan perusahaan mesti mulai beradaptasi untuk menerapkan model kerja hybrid yang dinilai tidak terhindarkan setelah pandemi Covid-19.

Menurut Amrita, model kerja itu menjadi jalan tengah untuk menjaga produktivitas karyawan dan kinerja perusahaan.

Berdasarkan survei yang dilakukan GLINT pada sekitar 1.000 perusahaan di seluruh dunia, adanya penurunan tingkat kepuasan karyawan di tengah kemungkinan untuk kembali bekerja sepenuhnya di kantor. Adapun survei itu dilakukan sepanjang Oktober 2019 hingga September 2021.

“Dua tahun belakangan kami memonitor tren kepuasan karyawan secara global menurun sejak pandemi hingga tahun 2021 ini, sekalipun tingkat kepuasan itu sempat naik signifikan pada awal pandemi,” kata Amrita saat menghadiri diskusi daring Bisnis Indonesia bertajuk Employee Experience during Hybrid Work Environment, Kamis (18/11/2021).

Adapun diskusi itu turut dihadiri Direktur Umum & SDM BPJS Ketenagakerjaan Abdur Rahman Irsyadi, Country HR Lead Indonesia & South East Asia New Markets Microsoft Deni Yudi Syahputra dan Senior Specialist Modern Workplace Microsoft Indonesia Erice Ong. 

Selain itu, Amrita menerangkan survei yang diadakan GLINT juga memperlihatkan naiknya risiko burnout atau stres akibat beban kerja berlebih yang dialami oleh pekerja selama dua tahun belakangan. GLINT mengidentifikasi kenaikan risiko burnout itu mengalami puncak saat Agustus 2020 dan September 2021 sebesar 7,67 persen. 

Amrita menerangkan risiko burnout itu dipicu oleh kondisi karyawan yang tidak dapat menyeimbangkan urusan kerja profesional dan kehidupan personal mereka. Dia menambahkan para karyawan itu rata-rata mengaku mendapatkan kerja beban yang berlebih di tengah model kerja yang sepenuhnya daring selama pandemi Covid-19. 

“Selain itu para karyawan yang kami survei juga mengaku para manajer mereka begitu buruk dalam berkomunikasi saat model kerja daring ini,” kata dia.

Microsoft Indonesia memperkenalkan employee experience platform (EXP) yang terdapat pada Microsoft Teams untuk menciptakan lingkungan pendukung bagi karyawan dan perusahaan di tengah model kerja hybrid akibat pandemi Covid-19.

Senior Specialist Modern Workplace Microsoft Indonesia Erice Ong mengatakan platform itu bakal memberikan pelayanan kantor digital yang imersif bagi karyawan dan perusahaan untuk saling bertukar ide dan koneksi yang tidak dapat dijembati lewat aplikasi pertemuan biasanya. 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

microsoft Work From Home Burnout Syndrome
Editor : Amanda Kusumawardhani

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top