Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Moratelindo Sebut Biaya SKKL Trans Pasifik Tembus Rp12,6 Triliun

Moratelindo menyebut biaya pembangunan SKKL Trans Pasifik yang memiliki panjang 22.000 kilometer senilai US$800 juta atau sekitar Rp12,6 triliun.
Leo Dwi Jatmiko
Leo Dwi Jatmiko - Bisnis.com 07 November 2021  |  12:52 WIB
Ilustrasi kabel bawah laut - PCMag
Ilustrasi kabel bawah laut - PCMag

Bisnis.com, JAKARTA - Proyek pembangunan sistem komunikasi kabel bawah laut (SKKL) yang menghubungkan Singapura, Indonesia, Australia dan Amerika Serikat diperkirakan menghabiskan biaya senilai US$800 juta atau sekitar Rp12,6 triliun.

SKKL tersebut akan didorong lebih dalam sehingga dapat menjangkau lebih banyak daerah di Indonesia.

Direktur Utama PT Mora Telematika Indonesia (Moratelindo) Galumbang Menak mengatakan investasi yang digelontorkan untuk membangun SKKL Trans Pasifik cukup besar. SKKL tersebut memiliki panjang 22.000 kilometer.

Adapun biaya pembangunan SKKL per kilometer, kata Galumbang, kurang lebih mencapai US$40.000 atau sekitar Rp572 juta. Artinya jika panjang SKKL mencapai 22.000 kilometer biaya yang dihabiskan sekitar US$880 juta atau Rp12,6 triliun.

“Jadi sekitar US$800 juta,” kata Galumbang kepada Bisnis.com, Sabtu (6/11/2021).

Galumbang menjelaskan rencananya SKKL tersebut akan mendarat di Batam. Setelah itu, Moratelindo berencana menyambungkan SKKL ke Sulawesi atau ke Kalimantan, mengingat di Kalimantan akan dibangun ibu kota baru.

Moratelindo juga mengkaji untuk menarik SKKL tersebut ke Papua sebagai sistem jaringan cadangan.

Secara jalur, kata Galumbang, SKKL yang akan dibangun bekerja sama dengan Hawaiki - perusahaan SKKL asal Selandia Baru - berbeda dengan Bifrost dan Echo. SKKL Moratelindo - Hawaiki akan digelar dengan rute Singapura, Indonesia, Australia dan Amerika Serikat. SKKL ini ditargetkan dapat beroperasi pada 2025.

“Kami juga sedang evaluasi mengenai rute. Karena kabel kami di Papua baru satu, maka kami kaji agar kabel ini ke Papua atau ke Kupang,” kata Galumbang.

Sekadar inforamsi, SKKL Bifrost dan Echo merupakan SKKL yang langsung menghubungkan Indonesia dengan Amerika Serikat. SKKL dengan panjang 15.000 kilometer itu ditargetkan beroperasi pada 2023 untuk Echo dan 2024 untuk Bifrost.

Echo merupakan SKKL yang akan dibangun secara bersama oleh Facebook, Alphabet Google dan PT XL Axiata Tbk. (EXCL). Sementara Bifrost adalah SKKL yang dibangun oleh Telkom dan Facebook serta Keppel Telecomunications & Transportation Limited.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sistem komunikasi kabel laut (skkl) moratelindo
Editor : Rio Sandy Pradana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper
To top